Bolmut
SPBU Bintauna Gelap dan Kelihatan Angker Dimalam Hari, Rawan Transaksi Ilegal BBM Bersubsidi

Bolmut,mediakontras.com – Kondisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Bintauna terlihat gelap dan angker dimalam hari. Rabu 4/11/12.
Pantauan mediakontras.com, saat malam hari lokasi SPBU Bintauna sangat gelap dan terlihat angker menurut pengakuan warga, kondisi gelap diduga sengaja dibiarkan pihak pengelola agar transaksi ilegal BBM bersubsidi tidak terlalu nampak.
” Kami curiga saat malam biasanya penjualan ilegal BBM bersubsidi lebih leluasa di situ karena kondisinya sangat gelap,” ungkap warga yang enggan namanya disebut.
Warga menduga, malamnya ada transaksi subsidi ilegal skala besar walau siangnya antrian gelon dan kendaraan tap dilakukan secara terang – terangan dengan dalih kantongi rekomendasi. Kondisi ini menurutnya diduga sengaja dibiarkan pihak SPBU serta Polsek dan Koramil Bintauna yang tidak pernah ditertibkan.
” Kondisi ini sangat merugikan warga pengguna subsidi padahal, Negara telah menyediakan Subsidi untuk masyarakat miskin tapi justru disalahgunakan pihak SPBU Cs,” kesalnya
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Bintauna IPTU Romi Tapada berjanji akan melalukan penelusuran dan penyelidikan terkait kondisi SPBU Bintauna.
” Kami akan telusuri dan menyelidiki informasi ini dan membuat laporan hasil penyelidikan secara berjenjang,” janji Tapada melalui telepon seluler kemarin.
Sementara pihak pengelola SPBU Bintauna Onal membenarkan adanya beberapa lampu penerang yang mengalami kerusakan.
” Ya memang di seputaran situkan minim penerangan dan kalau di malam hari ketika tutup cuma ada beberapa lampu yang manyala kebetulan juga lampu itu masi rusak atau tidak nyala,” terang Onal
Sementara pengakuan pihak pengelola SPBU untuk antrian gelon, mereka mengantongi rekomendasi dari dinas terkait.
” Itu kasiang ada rekom, dari pertanian, dgn perikanan bole juga sama2 torang mo priksa rekom no, kalu nda sesuai, itu kan dinas yg ba kase kluar kwa,” terangnya dalam dialeg lokal.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Vintor Nanlesi saat dihubungi belum lama ini mengatakan, pihaknya saat ini Susa menginventarisir bagi nelayan pemegang rekom subsidi BBM. sepengetahuan pihak dinas menurut Nanlesi yang meminta rekom adalah nelayan yang diurus secara online tujuannya bukan untuk diperdagangkan tapi digunakan untuk kebutuhan melaut.
“Nanti coba hubungi pihak operator kami yang mengurusi pendaftaran rekomendasi BBM. Kalau dari kami yang dikeluarkan adalah rekomendasi untuk nelayan bukan untuk pedagang,” jelasnya.
Sementara pantauan mediakontras.com pemilik gelon dicurigai adalah pedagang eceran.











