Boltim
Bupati Oskar Manoppo Dorong Bank SulutGo Berdampak Nyata
Penataan Direksi Tak Sekadar Ubah Struktur, Ingin Bank Daerah Lebih Profesional, Berkualitas, dan Berkontribusi bagi Ekonomi Masyarakat

BOLTIM, mediakontras.com – Pergantian dan penataan manajemen bukanlah tujuan akhir sebuah pembenahan perusahaan.
Lebih dari itu, perubahan harus mampu menghadirkan kinerja yang lebih baik, pelayanan yang semakin berkualitas, serta manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan inilah yang menjadi perhatian Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo), di Kantor Pusat Bank SulutGo, Manado, Kamis (29/10/2026).
Di tengah pembahasan penting mengenai penataan susunan pengurus perseroan, Oskar menaruh perhatian pada satu hal mendasar: bagaimana Bank SulutGo semakin kuat menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah.
Bagi pemerintah daerah sebagai pemegang saham, pembenahan manajemen tidak boleh berhenti pada perubahan komposisi direksi maupun komisaris.
Hasil akhirnya harus terlihat melalui peningkatan kualitas pelayanan perbankan, penguatan kepercayaan publik, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
PENATAAN MANAJEMEN DAN TATA KELOLA
RUPS-LB kali ini mengambil sejumlah keputusan strategis terkait struktur kepengurusan Bank SulutGo.

Salah satunya pembatalan penetapan pengangkatan Direktur Dana dan Tresuri yang sebelumnya diputuskan pada 10 Februari 2026.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas ketentuan dan hasil penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), guna memastikan pengelolaan perseroan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Oskar menilai, penyesuaian tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
“RUPS-LB ini membahas penataan dan penyesuaian susunan pengurus perseroan sebagai tindak lanjut atas ketentuan dan arahan OJK, sekaligus memperkuat penerapan good corporate governance di lingkungan Bank SulutGo,” ujar Oskar.

Selain pembatalan pengangkatan sebelumnya, pemegang saham juga menyepakati rencana pengusulan calon Direktur Dana dan Tresuri yang baru.
Namun, calon tersebut tetap harus melewati tahapan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atau fit and proper test sesuai ketentuan OJK sebelum dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Rapat juga membahas penyesuaian jumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi agar memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
Penyesuaian nomenklatur sejumlah jabatan direksi turut menjadi bagian dari agenda pembenahan organisasi, terutama untuk memperjelas fungsi, kewenangan, pengawasan, dan tanggung jawab dalam pengelolaan perusahaan.
KEPENTINGAN DAERAH JADI PERHATIAN
Di balik keputusan organisasi tersebut, terdapat kepentingan yang jauh lebih besar bagi daerah-daerah pemegang saham.

Bank SulutGo bukan sekadar institusi keuangan yang menjalankan aktivitas bisnis perbankan.
Sebagai bank pembangunan daerah, keberadaannya memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan keuangan, serta berbagai kebutuhan pembangunan di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Karena itu, pemerintah daerah berkepentingan memastikan setiap kebijakan strategis perusahaan tetap berorientasi pada penguatan kinerja dan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, keberadaan Bank SulutGo diharapkan semakin mampu memberikan dukungan terhadap kebutuhan transaksi keuangan pemerintah daerah, pelayanan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi pelaku usaha.
Oskar pun menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah penataan manajemen yang dilakukan berdasarkan ketentuan regulator.
Menurutnya, penerapan tata kelola perusahaan yang baik menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan sekaligus memastikan keberlanjutan kinerja perseroan.
“Melalui pelaksanaan RUPS-LB ini, Bank SulutGo diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan keuangan, dan pembangunan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo,” ungkapnya.
UJIAN SESUNGGUHNYA ADA PADA KINERJA
RUPS-LB tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus selaku Pemegang Saham Pengendali, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johannes Victor Mailangkay, Komisaris Utama PT Mega Corpora Ardhayadi, serta sejumlah kepala daerah yang merupakan pemegang saham Bank SulutGo.
Kehadiran para pemegang saham dalam forum tersebut memperlihatkan pentingnya konsolidasi dan kesamaan arah dalam menentukan masa depan bank milik daerah itu.
Namun, setelah berbagai keputusan strategis diambil, tantangan berikutnya justru menjadi lebih besar. Penataan organisasi harus diikuti peningkatan kualitas manajemen dan hasil kerja yang terukur.
Bank SulutGo dituntut semakin profesional, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu memperluas kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Bagi Oskar Manoppo, ukuran keberhasilan pembenahan bukan semata-mata siapa yang duduk dalam jajaran direksi atau komisaris.
Yang lebih penting adalah sejauh mana perubahan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat.
Sebab, bank pembangunan daerah seharusnya tidak hanya kuat dalam struktur organisasi dan bisnis, tetapi juga hadir sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi.
Pada akhirnya, masyarakat dan daerah tidak cukup hanya mendengar kabar tentang perubahan manajemen. Mereka menunggu bukti bahwa Bank SulutGo benar-benar semakin berdampak. (*/adv)














