Connect with us

Berita

Vionita Kuerah Jaga Mutu Kualitas Pala Siau dan Pengembangan Olahan Salak Tagulandang

Published

pada

file 000000005e4082079d5ea7b9d7f1ab60

Manado, Mediakontras.com – Anggota DPRD Sulawesi Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara, Vionita Kuerah, mendorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) untuk menjajga mutu kualitas pala Siau serta mengembangkan produk olahan salak Tagulandang guna meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Vionita saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).

Menurut Vionita, pala merupakan komoditas rempah unggulan dari Pulau Siau yang selama ini menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian masyarakat. Karena itu, perputaran ekonomi masyarakat setempat sangat bergantung pada hasil panen pala.

Pala Siau dikenal memiliki kualitas unggulan, dan menjadi salah satu komoditas rempah yang memiliki nilai ekonomi penting bagi daerah tersebut.

Srikandi Partai Golkar ini pun menegaskan, upaya menjaga mutu pala Siau perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Salah satu langkah yang diusulkannya ialah memperketat pengawasan terhadap masuknya pala dari luar wilayah Siau agar tidak tercampur dengan hasil panen lokal. Juga dalam pengadaan bibit pala, bibitnya harus bibit dari petani lokal, selain menjaga mutu pala siau, hal ini juga dapat memberdayakan petani lokal untuk mendapat penghasilan lebih ketika ada program pengadaan bibit pala dari Pemkab.

Dengan demikian, kualitas Pala Siau tetap terjaga.

Dorong Inovasi Olahan Salak Tagulandang

Selain pala Siau, Vionita turut menyoroti potensi pertanian lainnya di wilayah Nusa Utara, yakni salak dari Pulau Tagulandang.

Ia menilai harga jual salak yang masih relatif murah perlu disiasati melalui pengembangan produk olahan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani.

Menurutnya, salak Tagulandang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti asinan salak maupun makanan ringan berupa salak kering.

“Menurut saya, sebaiknya salak ini memiliki produk turunan, apakah dibuat asinan atau makanan ringan berupa salak yang dikeringkan, ditunjang dengan pengemasan yang menarik sehingga menjadi daya tarik untuk dijadikan produk ole-ole khas tagulandang yang dapat dijual baik di dalam daerah Sitaro maupun diluar daerah seperti di outlet-outlet yang ada di bandara atau supermarket-supermarket yang ada di Manado.”

Ia pun menilai produk tersebut berpotensi memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian masyarakat.

Selain dipasarkan untuk konsumsi sehari-hari, produk olahan salak juga dapat dikembangkan sebagai ole-ole khas Tagulandang bagi para tamu yang berkunjung ke daerah tersebut.

Dengan pengembangan produk turunan dan perlindungan terhadap kualitas komoditas unggulan, ia berharap hasil pertanian masyarakat di wilayah Nusa Utara tidak hanya memiliki daya saing yang lebih baik, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */