Sangihe
Pelaksanaan Pilkades Kampung Tola Berjalan Kondusif, 5 Calon Bersaing di 4 Lindongan

SANGIHE, Mediakontras.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa/Kapitalaung (Pilkades) Kampung Tola, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tahun 2026 telah selesai dilaksanakan. Kegiatan demokrasi tingkat kampung tersebut berlangsung di Balai Kampung Tola Lindongan 2 pada hari Rabu (21/10/2026).
Pemilihan yang diikuti oleh 5 calon kapitalaung ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga dari 4 Lindongan telah memadati area Balai Kampung untuk menggunakan hak pilihnya.

Penjabat (Pj) Kapitalaung Kampung Tola Alexander Landeng menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan pilkades tersebut.
“Pelaksanaan pilkades di Kampung Tola semuanya berjalan dengan baik, masyarakat sangat antusias dalam melaksanakan pilkades. Kami berharap situasi dan kondisi pelaksanaan pilkades ini mulai dari pemungutan sampai dengan penghitungan suara tetap kondusif, aman dan berjalan lancar,” ujar Pj Kapitalaung.
Tahapan Pilkades Kampung Tola sendiri telah dimulai sejak bulan Juni 2026 dengan pembentukan panitia pemilihan. Untuk mendukung kelancaran operasional, panitia dialokasikan anggaran sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Panitia menyiapkan total 988 lembar surat suara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 719 lembar digunakan, 2 lembar dinyatakan rusak, dan 267 lembar sisa.
Untuk memudahkan proses pemungutan suara, panitia menyediakan 4 bilik suara yang dinamai sesuai dengan Lindongan, yakni Lindongan I, Lindongan II, Lindongan III, dan Lindongan IV.

Berdasarkan data yang dihimpun panitia, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kampung Tola sebanyak 964 jiwa, dengan rincian sebagai berikut:
Lindongan I – 336 pemilih (171 laki-laki dan 165 perempuan)
Lindongan II – 188 pemilih (92 laki-laki dan 96 perempuan)
Lindongan III – 283 pemilih (148 laki-laki dan 135 perempuan)
Lindongan IV – 157 pemilih (87 laki-laki dan 70 perempuan)
Secara keseluruhan, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 498 orang dan perempuan sebanyak 466 orang.

Dari total DPT tersebut, tingkat partisipasi pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya mencapai 719 orang atau sekitar 74,6 persen. Angka ini dinilai cukup tinggi dan menunjukkan kesadaran politik warga Kampung Tola yang baik.
Proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh para saksi dari masing-masing calon, panitia, aparat keamanan, serta masyarakat.
Adapun hasil rekapitulasi perolehan suara 5 calon Kapitalaung Kampung Tola adalah sebagai berikut:
- Ratna Dandel – 3 suara (0,42%)
dengan rincian :
Lindongan I – 0 suara,
Lindongan II – 0 suara,
Lindongan III – 3 suara,
Lindongan IV – 0 suara. - Yahya Dandel – 124 suara (17,25%)
dengan rincian :
Lindongan I – 39 suara,
Lindongan II – 20 suara,
Lindongan III – 49 suara,
Lindongan IV – 16 suara. - Jonathan Raymond Bawoleh – 290 suara (40,33%)
dengan rincian :
Lindongan I – 106 suara,
Lindongan II – 106 suara,
Lindongan III – 42 suara,
Lindongan IV – 36 suara. - Mahmud Riahingsolang – 240 suara (33,38%)
dengan rincian :
Lindongan I – 42 suara,
Lindongan II – 19 suara,
Lindongan III – 132 suara,
Lindongan IV – 47 suara. - Jukri Manossoh – 62 suara (8,62%)
dengan rincian :
Lindongan I – 55 suara,
Lindongan II – 1 suara,
Lindongan III – 2 suara,
Lindongan IV – 4 suara.
Total suara sah yang terkumpul sebanyak 719 suara, Surat suara Rusak sebanyak 2 dan sisa surat suara sebanyak 267
Dari hasil tersebut, Jonathan Raymond Bawoleh unggul dengan perolehan suara terbanyak. Ia mendominasi perolehan suara di Lindongan I dan Lindongan II, sementara Mahmud Riahingsolang unggul di Lindongan III.
Dengan selesainya tahapan pemungutan dan penghitungan suara, panitia berharap situasi tetap kondusif hingga tahapan pelantikan kapitalaung terpilih.
Pemilihan kapitalaung Kampung Tola menjadi salah satu contoh pelaksanaan demokrasi desa yang berjalan damai di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Diharapkan, siapapun yang terpilih nantinya dapat merangkul semua pihak dan membawa Kampung Tola menjadi lebih maju, sejahtera, dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan masyarakat.(Bella)











