Berita
Pierre Makisanti Desak DLH Sulut Imbau Masyarakat Waspadai Kualitas Udara, Soroti Kebutuhan Alat Pengukur

MANADO, Mediakontras.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pierre Makisanti, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut segera memberikan imbauan kepada masyarakat terkait kondisi kualitas udara yang dinilai kurang sehat.
Hal tersebut disampaikan Pierre dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulut bersama sejumlah mitra kerja yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV, Senin (2/11/2026).
Menurut Pierre, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi kualitas udara saat ini, sehingga dapat mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan, terutama di tengah kekhawatiran terhadap dampak asap dan polusi udara.
Ia menilai, kondisi udara di Sulut perlu mendapat perhatian serius. Pierre mengungkapkan, secara kasat mata, jarak pandang saat ini tidak seperti biasanya.
“Biasanya dapat melihat jarak pandang yang jauh, sekarang tidak,” ungkapnya.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini juga menyoroti pentingnya ketersediaan alat pengukur kualitas udara di DLH Sulut. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat tersebut agar pemantauan kualitas udara dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Jangan sampai pinjam di Tomohon, sedangkan di Sulut tidak ada,” tuturnya.
Legislator daerah pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon ini turut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kesehatan anak-anak yang berpotensi terdampak kondisi udara yang kurang baik.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera mengambil langkah antisipatif, termasuk memberikan imbauan penggunaan masker apabila diperlukan serta mempertimbangkan kebijakan pembelajaran dari rumah sesuai kondisi dan rekomendasi instansi terkait.
Pierre juga menyinggung laporan meningkatnya masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di rumah sakit dan klinik.
“Rumah sakit dan klinik saat ini banyak yang menderita ISPA,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap kebutuhan alat pengukur kualitas udara dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui alokasi anggaran DLH Sulut.
Menurutnya, keberadaan alat tersebut penting untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara akurat sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.
Pierre menegaskan, persoalan kualitas udara tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat luas, khususnya anak-anak yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.(Chae)














