Boltim
Bimtek di Liberia, Bupati Boltim Tekankan Tak ada Diskriminasi Politik di Pilsang 2026

BOLTIM,mediakontras.com – Pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak tahun 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi momentum penting untuk memperkuat demokrasi di tingkat desa. Pemerintah daerah menginginkan pesta demokrasi tersebut berlangsung tanpa diskriminasi, keberpihakan, maupun pengaruh persaingan politik masa lalu.
Pesan itu menjadi penekanan Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., saat memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Panitia Pemilihan Sangadi Tahun 2026 yang digelar di Balai Pertemuan Umum Desa Liberia, Kecamatan Modayag, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan panitia Pilsang dari wilayah Modayag Bersatu dan Kecamatan Mooat tersebut menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai aturan.
Di hadapan peserta Bimtek, Bupati Oskar mengingatkan bahwa penyelenggaraan Pilsang bukan sekadar menentukan pemimpin desa, melainkan juga menjadi ujian bagi integritas panitia dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Salah satu perhatian utamanya adalah kemungkinan masih adanya perbedaan pilihan politik yang terbawa dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya.

Oskar menghendaki agar perbedaan tersebut tidak lagi menjadi alasan untuk membeda-bedakan masyarakat maupun bakal calon Sangadi.
Baginya, seluruh peserta yang berkontestasi dalam pemilihan kepala desa harus memperoleh hak dan perlakuan yang sama, tanpa melihat latar belakang atau pilihan politik mereka sebelumnya.
Karena itu, Bupati secara khusus menginstruksikan panitia agar bekerja secara profesional, proporsional, netral, jujur, adil, dan berintegritas.
“Laksanakan tugas berdasarkan aturan dan kewenangan yang telah ditetapkan. Berikan pelayanan yang sama kepada setiap bakal calon, jaga objektivitas dalam pemeriksaan persyaratan, dan pastikan setiap keputusan memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Oskar.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa panitia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga setiap tahapan pemilihan agar tidak menimbulkan persoalan akibat keputusan yang dianggap berpihak.
Bupati juga menekankan pentingnya mengakhiri segala bentuk diskriminasi politik, sehingga pelaksanaan Pilsang 2026 benar-benar menjadi ruang demokrasi yang terbuka dan berkeadilan bagi masyarakat desa.

Sementara itu, Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pilsang tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia pemilihan.
Menurutnya, pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga mempunyai peran penting dalam mendukung terselenggaranya pemilihan yang aman, tertib, dan bermartabat.
“Saya berharap semua kepala desa serta BPD harus benar-benar menyukseskan pemilihan kepala desa tahun 2026 yang adil dan bermartabat,” ujar Argo.
Dukungan seluruh unsur pemerintahan desa dinilai penting untuk menciptakan suasana yang kondusif selama proses Pilsang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Boltim Iksan Panglima, Asisten I Hendra Tangel, Asisten III Hardiman Pasambuna, Kepala Bagian Hukum Candra Saniman, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Iwan Tuloliu, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Camat Modayag, Camat Modayag Barat, dan Camat Mooat.
Hadir pula para ketua panitia Pilsang dari wilayah Modayag Bersatu dan Kecamatan Mooat.* (Adv/*)














