Berita
Yahya – Hendra Imbau Siswa SMAN 9 Manado Fokus Belajar

Manado. Mediakontras.com – Rabu 30 September 2026 beredar pesan berantai di kalangan siswa SMA Negeri 9 Manado.
Siswa maupun orangtua sempat merasa khawatir dengan keadaan ini, mengingat beberapa waktu lalu telah terjadi tawuran di kalangan SMA/SMK di Manado.
Isi pesan tersebut sebagai berikut;
Shalom, selamat malam Bapak/Ibu maaf mengganggu. Informasi bahwa besok kanak-anak SMA N 9 Manado diliburkan karena hari ini dapat info akurat ada insiden penikaman secara acak oleh oknum-oknum yg tidak baik. Anak-anak SMA N 9 Manado besok hari libur.
Setelah dikonfirmasikan kepada Kepala SMA Negeri 9 Manado, Hendra Massie menyatakan, pihaknya tidak pernah memberikan pengumuman siswa untuk libur.
”Kami tidak pernah memberikan pengumuman, hari ini siswa libur. Semua sekolah seperti biasa, ” tegasnya.
Hendra pun menambahkan, untuk masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi. Karena, pemberitahuan ini hoax bukan berasal dari pihak sekolah.
”Seperti ini bagus, dikonfirmasikan kepada kami benar atau tidak pengumuman tersebut. Sehingga kami pihak sekolah akan menjelaskan, sesuai dengan apa yang ditemui di lapangan. Informasi ini sekali lagi hoax, ” ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada siswa, agar tidak terpancing dengan informasi-informasi yang tidak benar, karena hanya akan merugikan siswa jika langsung ditanggapi, tanpa mengkonfirmasikan pada pihak sekolah.
“Tugas siswa fokus belajar, untuk keamanan ada sekolah dan pihak berwajib yang akan menangani hal ini, ” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Yahya Rondonuwu angkat bicara mengenai hal ini. Menurutnya, pesan berantai tersebut ialah hoaks atau tidak benar untuk SMA Negeri 9 Manado.
Lanjut Yahya, terkait adanya tawuran siswa SMA/SMK yang terjadi beberapa waktu lalu
Dinas Pendidikan Sulut, sedang menangani hal ini, sehingga tidak akan terulang lagi dan meresahkan masyarakat.
”Para kepala sekolah yang diperkirakan sekolahnya terlibat sedang kita konsolidasi, supaya mendapat solusi terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.
Ia pun mengimbau, untuk semua siswa yang ada di Sulut agar fokus untuk belajar menuntut ilmu, demi mengapai cita-cita.
Apabila ditemui ada yang berpotensi tawuran, hindarilah dengan mencari lokasi yang banyak masyarakat atau kembali ke dalam sekolah, untuk ditangani oleh para guru yang ada di sekolah.
“Kalau memang kondisi tidak memungkinkan, silahkan lapor pihak yang berwajib, untuk langsung ditangani, ” tuturnya.(Chae)
















