Berita
Sekprov Sulut Dorong Peningkatan Kompetensi 18.000 ASN Lewat Program Baku Bekeng Pande YSK-Victory

MANADO.Mediakontras.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui program pembelajaran digital BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY (Your Skill & Knowledge – Your Key to Victory).
Program yang digagas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulawesi Utara ini diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi ASN Tahun 2026 di Kantor BPSDM Sulut, Senin (26/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, SIP, MM, mengatakan pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme ASN sekaligus kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, diperlukan inovasi pembelajaran yang adaptif dan fleksibel agar seluruh aparatur memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, termasuk di tengah keterbatasan anggaran pelatihan.
“Melalui program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, Pemprov Sulut mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi untuk memperluas kesempatan belajar bagi ASN, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran pelatihan,” ujar Tahlis saat memberikan arahan pembukaan.
Program ini menyasar sekitar 18.000 pegawai di lingkungan Pemprov Sulut. Melalui pembelajaran digital tersebut, setiap ASN diharapkan dapat memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran (JP) setiap tahun.
Kepala BPSDM Sulut, Franky Tintingon, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu kendala dalam memberikan kesempatan pengembangan kompetensi kepada seluruh ASN secara optimal.
Karena itu, pembelajaran berbasis digital diharapkan menjadi alternatif yang memudahkan aparatur mengikuti pelatihan tanpa harus selalu mengikuti kegiatan tatap muka.
“Yang dibutuhkan cuma waktu, smartphone dan kuota,” kata Tintingon.
Sediakan 18 Materi dengan Total 36 Jam Pelajaran
Pada tahap awal, BPSDM Sulut menyediakan 18 materi pembelajaran digital dengan total 36 JP. Masing-masing materi memiliki bobot dua JP.
Dengan menyelesaikan seluruh materi, ASN berkesempatan memperoleh 36 JP atau melampaui ketentuan minimal pengembangan kompetensi tahunan sebesar 20 JP.
Materi pembelajaran disajikan dalam berbagai format, mulai dari bacaan, video pembelajaran, pelatihan hingga kuis untuk mengevaluasi pemahaman peserta.
ASN yang menuntaskan seluruh tahapan pembelajaran dan dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat yang dapat didaftarkan dalam sistem MyASN.
“Kalau satu ASN mengikuti semua, terpenuhi 36 JP dari 18 pembelajaran ini. Jadi, lebih dari cukup untuk pengembangan kompetensi,” jelas Tintingon.
Melalui skema tersebut, ASN dapat belajar secara lebih fleksibel tanpa harus meninggalkan tempat kerja dalam waktu lama. Model ini juga diharapkan memperluas akses pelatihan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah daerah.
Disiapkan Menuju Mapalus Corporate University
Program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulut membangun sistem pengembangan kompetensi ASN yang terintegrasi dan berkelanjutan.
BPSDM Sulut tengah menyiapkan regulasi berupa peraturan gubernur sebagai landasan pengembangan program menuju konsep Mapalus Corporate University.
Konsep ini diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang terencana dan sistematis, serta disesuaikan dengan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Pengembangan tersebut juga sejalan dengan pendekatan Government Learning Network, yakni penguatan jejaring pembelajaran di lingkungan pemerintahan untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan mendorong pertukaran pengalaman antaraparaturnya.
Selain menyiapkan regulasi, BPSDM Sulut merencanakan pengembangan aplikasi pada 2027. Aplikasi tersebut nantinya diarahkan untuk mengintegrasikan pembelajaran digital dengan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perangkat daerah.
“Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan gap kompetensi ASN di perangkat daerah. Ke depan, aplikasi ini akan dikembangkan, termasuk dengan pelaksanaan diklat-diklat yang bersesuaian,” ungkap Tintingon.
Dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi, pengembangan kompetensi diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kesenjangan kemampuan ASN sesuai kebutuhan organisasi.
Evaluasi Diklat dan Penguatan Integritas
Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi ASN Sulut Tahun 2026 juga membahas evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sepanjang tahun 2026 serta persiapan program diklat untuk 2027.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah sekretaris daerah dan kepala badan kepegawaian daerah (BKD) se-Sulawesi Utara sebagai forum koordinasi dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan kompetensi aparatur pada tahun mendatang.
Selain pembahasan program peningkatan kapasitas ASN, kegiatan ini turut diisi dengan penyuluhan antikorupsi yang menghadirkan Dr. Magdalena Wullur sebagai narasumber.
Penguatan kompetensi tersebut dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan integritas dan profesionalisme aparatur.
Dengan demikian, ASN tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, tetapi juga mampu menjalankan tugas sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Melalui program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, Pemprov Sulut berharap budaya belajar berkelanjutan semakin berkembang di kalangan ASN. Pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan membantu aparatur beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika kebutuhan masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah.
Dengan sasaran sekitar 18.000 pegawai, program ini diharapkan memperluas kesempatan belajar bagi ASN sekaligus mendorong terwujudnya aparatur yang profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.(*)














