Tomohon
Wali Kota Caroll Senduk Teken Kerjasama SISGITA, Perkuat Integrasi Data Tanah dan Pajak

TOMOHON,mediakontras.com – Pemerintah Kota Tomohon terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan melalui Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA), guna mengoptimalkan penerimaan PBB-P2 dan BPHTB serta meningkatkan akurasi dan transparansi pengelolaan pajak daerah.
Penandatanganan berlangsung di Aula Blandongan, Gedung Utama Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (21/09/2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan diikuti sekitar 60 pemerintah daerah kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk sembilan daerah dari Provinsi Sulawesi Utara.
Kerja sama ini bertujuan mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan daerah, mempercepat pemutakhiran basis data objek dan subjek pajak, meningkatkan akurasi data, serta mengoptimalkan penerimaan PBB-P2 dan BPHTB.
Wali Kota Tomohon Caroll J.A Senduk SH mengatakan SISGITA diharapkan memperkuat pemanfaatan data pertanahan dan perpajakan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan pajak yang akurat, terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan teknis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Fokusnya mencakup percepatan integrasi Nomor Induk Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP), serta validasi BPHTB secara digital dan terintegrasi.
Melalui penerapan peta digital terpadu, Pemerintah Kota Tomohon berkomitmen meningkatkan akurasi dan transparansi data perpajakan sebagai dasar kebijakan pengelolaan PBB-P2 dan BPHTB.
Sistem ini juga diharapkan meningkatkan efektivitas pelayanan di bidang pertanahan dan perpajakan.
Teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) mengubah paradigma pengelolaan data pemerintah—dari yang semula sekadar pencatatan administratif manual menjadi analisis spasial yang presisi. SISGITA dikembangkan untuk memperkuat pengelolaan data pertanahan dan perpajakan melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (GIS).
“Nantinya objek pajak dan bidang tanah dapat dipetakan secara spasial, sehingga memungkinkan pemerintah melihat data tidak hanya sebagai angka atau dokumen administrasi, tetapi juga berdasarkan posisi dan karakteristik objeknya di suatu wilayah,” Kata Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie,
Dengan pemetaan spasial ini, proses validasi dan pengawasan di lapangan menjadi jauh lebih akurat dan terukur.
“Dengan begitu, proses pemutakhiran dan validasi data dapat dilakukan secara lebih terstruktur, sehingga pemerintah memiliki instrumen untuk melihat keterkaitan antara bidang tanah dengan objek pajaknya,” tambahnya.
Sebagai kunci utama dalam akurasi data fiskal, Benyamin menekankan pentingnya penyatuan identifikasi unik antara sektor pertanahan dan perpajakan daerah.
Aspek yang tak kalah penting lainnya yaitu adanya integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) PBB-P2. Integrasi ini bisa dijadikan fondasi untuk membangun basis data pertanahan dan perpajakan yang lebih terpadu/
Di akhir penjelasannya, Benyamin menegaskan bahwa kualitas data yang andal merupakan prasyarat mutlak bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran.
“Hal itu penting dilakukan karena keputusan mengenai pendataan dan pengelolaan pajak sangat bergantung pada kualitas informasi yang digunakan pemerintah. Untuk itu, pengembangan sistem seperti ini harus terus didorong dan dimanfaatkan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan,” pungkasnya.
Dalam agenda tersebut, Wali Kota Tomohon didampingi Ketua TP-PKK Daerah Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon Danie R. Liuw SKomp MM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tomohon Novi A.H Politon SE MM, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Tomohon Nyoman Yosi Andhika Nirmala SH MH, serta Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah BPKPD Kota Tomohon Friedel Liuw ST MAP.(*)













