Tomohon
Usung Konsep Ramah Lingkungan, Bahan Baku Murni Milik Petani Tomohon
Dibalik Kemenangan PT PGE Lahendong Jawara Float Terbesar

TOMOHON,mediakontras.com – Float atau kendaraan hias milik PT PGE Lahendong oleh tim juri ditetapkan sebagai juara pertama Float ukuran besar dalam event Tournament of Flower (ToF) sebagai event utama Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026.
Float berbadan raksasa tersebut sejak awal memang sudah dikonsepkan ramah lingkungan dan semua bahan baku atau bunga diambil dari para petani di Kota Tomohon.
Konsep ramah lingkungan tersebut sengaja diangkat karena sejalan dengan karakter PGE sebagai perusahaan yang bergerak di sektor green energy.
Inilah yang menjadi pembeda Float PT PGE Lahendong dengan float lain sehingga mematik simpatik dari tim juri.
Dalam pembuatan float tersebut PGE tidak menggunakan styrofoam. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan karya yang selaras dengan semangat energi hijau.
“Kami juga berusaha mengedukasi masyarakat bagaimana menampilkan float yang semuanya berguna. Kami tidak menggunakan styrofoam, sehingga tidak ada sampah dari material tersebut. Semuanya ramah lingkungan,” kata Manager HSSE PT PGE Lahendong Lerry Wenur, S.T., usai.menerima penghargaan dari Wali Kota Caroll Senduk disela sela
penutupan TIFF 2026 di GOR Babe Palar, Rabu (12/8/2026).
Karena perusahaan kami adalah green energy, kami mengangkat itu. Jadi tidak ada satu pun styrofoam yang digunakan,” tegas Lerry.
Bukan sekadar mengkampanyekan lingkungan hijau saja, float milik PT PGE Lahendong juga mencerminkan konsep yang memadukan identitas Kota Tomohon, kolaborasi dengan masyarakat.
Pesan inilah yang berupaya dihadirkan perusahan plat merah tersebut untuk mempertontonkan kalau perusahan BUMN ini memiliki identitas kuat yang menggambarkan Kota Tomohon.
“Kami berusaha menampilkan float dengan ciri khas Tomohon, yaitu Bunga Krisan. Dengan Bunga Krisan ini kami ingin menampilkan Tomohon,” ujar Lerry kepada sejumlah wartawan.
Konsep tersebut sekaligus menjadi gambaran kolaborasi antara PGE, Pemerintah Kota Tomohon dan masyarakat.
“Ini menandakan adanya kolaborasi antara PGE, pemerintah dan masyarakat di Kota Tomohon,” katanya.
Bagi PGE Lahendong, keterlibatan dalam TIFF bukan semata-mata soal kompetisi dan penghargaan. Lebih jauh, ajang tersebut dinilai memiliki dampak ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat Tomohon.
“Akan tetapi dampak terhadap sektor pariwisata terutama roda ekonomi lokal bisa bergerak dan bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
PGE Lahendong pada prinsipnya akan terus memberikan komitmen dan dukungan penuh terhadap event pariwisata TIFF yang dilaksanakan setiap tahun
“Kami support untuk semuanya ini,” pungkas manajer yang low profile ini.
















