Connect with us

Tomohon

CS-SR Mulai Wujudkan Tomohon Menuju Kota Wisata Dunia

Lokus Pembangunan Penataan Kawasan Pariwisata Melalui Program SQTDP

Reky Simboh

Published

pada

InCollage 20260917 152339625

TOMOHON,mediakontras.com – Mimpi menjadikan Tomohon sebagai Kota Wisata Dunia tidak berhenti pada slogan.

Di tangan pemerintahan Wali Kota Caroll J.A. Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar (CS-SR), mimpi itu mulai diterjemahkan ke dalam langkah-langkah strategis, termasuk membuka pintu dukungan pemerintah pusat.

Lihat saja beberapa waktu lalu, wali kota dan wakil wali kota pilihan rakyat ini bergerilya di pusat melakukan loby loby tingkat tinggi.

Pemerintah Kota Tomohon secara simultan melakukan pendekatan ke dua kementerian yang memiliki peran strategis dalam pengembangan destinasi, yakni Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Kementerian Pariwisata RI melalui Kedeputian Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.

Langkah tersebut diarahkan pada satu agenda besar: mendorong pengembangan Kawasan Strategis Perkotaan yang secara spesifik mampu memperkuat sektor pariwisata Tomohon.

Pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum berlangsung pada Selasa, 15 September 2026.

Rombongan Pemerintah Kota Tomohon diterima Plt. Direktur Pengembangan Kawasan Strategis Direktorat Cipta Karya, Kusumawardhani, ST, MT, didampingi Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Utara, Ir. Reza Rizka Pratama, S.T.

Sehari berselang, Rabu, 16 September 2026, langkah strategis itu berlanjut ke Kementerian Pariwisata RI.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kota Tomohon diterima Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II, Dwi Marhen Yono.

Dua pertemuan di dua kementerian berbeda itu membawa satu kabar yang dinilai penting bagi masa depan pariwisata Tomohon.
Kota Tomohon menjadi salah satu lokus pelaksanaan kegiatan pembangunan penataan kawasan pariwisata melalui program Sustainable and Quality Tourism Development Program (SQTDP).

Bagi Tomohon, ini bukan sekadar peluang memperoleh dukungan program pemerintah pusat. Lebih jauh, masuknya Tomohon sebagai salah satu lokus SQTDP membuka ruang untuk memperkuat penataan kawasan, amenitas, aksesibilitas serta kualitas destinasi secara lebih terintegrasi.

Di sinilah visi Tomohon sebagai Kota Wisata Dunia mulai menemukan jalur implementasinya.

Pemerintahan CS-SR tampaknya memahami bahwa membangun destinasi kelas dunia tidak cukup hanya dengan menghadirkan event pariwisata.

Kota harus memiliki kawasan yang tertata, akses yang memadai, infrastruktur yang mendukung, serta pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pendekatan ke Kementerian PU dan Kementerian Pariwisata dilakukan secara simultan. Strategi ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata ditempatkan sebagai agenda lintas sektor—bukan semata urusan penyelenggaraan event, tetapi juga menyangkut wajah kota dan kualitas ruang publik.

Dengan potensi alam pegunungan, florikultura, budaya, ekonomi kreatif serta berbagai agenda pariwisata yang telah berkembang, Tomohon memiliki modal untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Utara.

Namun, modal tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dan penataan kawasan yang konsisten.

Karena itu, lobi yang dilakukan CS-SR ke pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi daerah dengan intervensi pembangunan nasional.

Dalam agenda tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon turut didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra drg Jeand’arc Senduk Karundeng, Kepala Dinas Pariwisata Judistirha Siwu, Kepala Bappelitbangda, serta Sekretaris Dinas PUPR.

Keterlibatan perangkat daerah lintas bidang tersebut memperlihatkan bahwa agenda pengembangan kawasan pariwisata dipersiapkan sebagai kerja bersama.

Kini, tantangannya adalah bagaimana peluang yang telah terbuka tersebut dapat diterjemahkan menjadi program konkret di lapangan.

Sebab, ketika Tomohon mulai masuk dalam radar program penataan kawasan pariwisata nasional melalui SQTDP, maka pekerjaan berikutnya bukan lagi sekadar berbicara tentang mimpi menjadi kota wisata dunia.

Pekerjaan sesungguhnya adalah membangun kota yang layak menyandang predikat tersebut.

Dan dari Jakarta, langkah itu kini mulai dirintis.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */