Olahraga
Tanpa Sponsor, Tim Voli Kingdom Watudambo Bawa Alat Masak demi Kebutuhan Atlet

Manado, mediakontras.com – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli U-19 yang berlangsung di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyisakan cerita menarik sekaligus mengharukan dari salah satu kontestannya, tim bola voli Kingdom Watudambo. Di tengah gengsi kompetisi memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Utara, tim asuhan pelatih Eka Mokoginta ini harus berjuang ekstra, bahkan hingga membawa peralatan masak sendiri untuk memenuhi kebutuhan para atletnya.
Kehadiran tim Kingdom Watudambo di ajang bergengsi tersebut nyatanya tidak diiringi dengan dukungan sponsor. Segala kebutuhan akomodasi dan konsumsi selama pertandingan harus ditanggung secara mandiri. Hal inilah yang melatarbelakangi pelatih Eka Mokoginta untuk membawa peralatan masak dari rumah guna menyiapkan makanan bagi para pemainnya.
Ditemui di Dermaga Kapal Kota Manado usai kepulangan rombongan, Eka Mokoginta menuturkan bahwa kondisi minimnya dukungan finansial bukanlah halangan bagi semangat timnya.
“Kehadiran kami di Tahuna dalam mengikuti Kejurprov U-19 memang tanpa sponsor. Semua harus kami sediakan sendiri, makanya kami bawa peralatan masak untuk kebutuhan para atlet,” ujarnya dengan nada penuh haru.

Meskipun menghadapi keterbatasan, perjuangan tim Kingdom Watudambo tidak sia-sia. Dari dua tim yang diturunkan (putra dan putri), tim putra berhasil menyabet juara tiga pada kompetisi tingkat provinsi tersebut. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa tekad dan kerja keras dalam pembinaan atlet bukanlah sekadar isapan jempol belaka.
“Pengorbanan dan perjuangan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kami buktikan bahwa niat tulus bisa membawa hasil,” tambah Coach Eka.
Eka berharap kisah perjuangan timnya bisa menjadi tolok ukur sekaligus cambuk bagi dunia olahraga di Sulawesi Utara, khususnya dalam pembinaan bola voli. Ia menyadari bahwa proses pembinaan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan ke depannya ia berharap ada pihak-pihak yang mau bergandengan tangan menjadi sponsor.
“Semoga ada sponsor yang bisa ikut membantu dalam kemajuan pembinaan bola voli di Sulut, khususnya untuk tim Kingdom Watudambo. Karena dengan dukungan yang lebih baik, kami yakin bisa melahirkan atlet-atlet potensial masa depan,” pungkas pelatih yang dikenal low profile ini.
Pantauan mediakontras.com di lapangan menunjukkan bahwa dedikasi pelatih kepala Kingdom Watudambo ini menjadi contoh nyata sebuah pengabdian. Meski tanpa kemewahan fasilitas, semangat untuk membina dan menelorkan atlet voli masa depan Sulawesi Utara tetap menyala. Kisah ini menjadi pengingat bahwa olahraga tidak hanya soal kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang perjuang.(*)
















