Connect with us

Manado

Wujudkan Sulut Terang Benderang, PLN Siap Optimalkan Pemerataan Listrik hingga Pelosok

Reky Simboh

Published

pada

92cd18fd 39d6 43b0 94f8 0f1bf5e65806

Manado, mediakontras.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerataan energi melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) periode 2026-2029.

Langkah ini difokuskan untuk menjangkau desa, dusun terpencil, hingga wilayah kepulauan di Sulawesi Utara yang belum terakses listrik demi mencapai rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2029.

Program strategis ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan terkait.

Sinergi ini menjadi kunci utama untuk memastikan percepatan akses energi bagi seluruh masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan terluar.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa listrik merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi secara berkeadilan.

“Tidak ada lagi masyarakat di desa, dusun terpencil, maupun wilayah kepulauan di Sulawesi Utara yang belum menikmati indahnya terang listrik. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami ingin memastikan tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam menikmati akses energi,” ungkap Usman.

Strategi pelaksanaan Lisdes disesuaikan dengan karakteristik geografis wilayah. Untuk daratan, PLN akan melakukan perluasan jaringan melalui penambahan tiang dan kabel listrik.

Sementara itu, di wilayah kepulauan terpencil, PLN akan membangun pembangkit listrik mandiri, serta menyediakan bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dr. Havidh Nazif, S.T., S.H., M.M., menyatakan bahwa target elektrifikasi 100% pada 2029 merupakan komitmen langsung pemerintah pusat yang membutuhkan kerja sama erat dari berbagai pihak.

“Target ini tidak mudah karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan karakteristik wilayah yang beragam, sehingga pendekatannya harus disesuaikan. Di daratan kami lakukan perluasan jaringan, sedangkan di kepulauan dibangun pembangkit melalui program listrik perdesaan,” jelas Havidh.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi. “Kementerian ESDM tidak bisa bekerja sendiri. Kami memastikan pemetaan lokasi dan mengharapkan dukungan penuh dari seluruh stakeholder agar program ini berjalan tepat waktu dan optimal,” tambahnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., menyambut baik dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung kelancaran program, termasuk dalam hal penyediaan data dan penyiapan lahan yang kerap menjadi tantangan di daerah kepulauan.

“Permasalahan yang kerap terjadi sebelumnya adalah kesiapan lahan. Ini sudah menjadi catatan evaluasi kami agar segera disiapkan dari awal. Jadi, ketika anggaran siap, eksekusi program bisa langsung berjalan lancar dan tepat waktu di wilayah kepulauan,” ungkap Michael.

Melalui sinergi yang solid antara PLN, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, Program Listrik Perdesaan 2026-2029 diharapkan mampu menuntaskan misi “Sulut Terang Benderang” serta mendongkrak kesejahteraan dan perekonomian masyarakat hingga ke pelosok.

Sekilas Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */