Tomohon
CS-SR Berikan Apresiasi Untuk Bank Indonesia Perwakilan Sulut
Kolaborasi Sukses TIFF 2026, Dari Bunga hingga Penguatan Ekonomi Daerah

TOMOHON, mediakontras.com — Di balik kemeriahan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, tersimpan sebuah cerita tentang kolaborasi.
Bukan sekadar parade bunga dan kendaraan hias yang memukau mata, tetapi juga sinergi berbagai pihak dalam mengangkat potensi pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Apresiasi atas kolaborasi tersebut datang dari Pemerintah Kota Tomohon kepada Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara.
Atas nama Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk dan Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, Pemerintah Kota Tomohon melalui Kepala Dinas Pariwisata menyerahkan Piagam Penghargaan kepada BI Perwakilan Sulawesi Utara sebagai Kolaborator Utama TIFF 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, dan diterima langsung Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto, didampingi Deputi Kepala Perwakilan Purwanto.
Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ucapan terima kasih Pemkot Tomohon atas dukungan dan kontribusi BI Sulawesi Utara dalam menyukseskan pelaksanaan TIFF 2026.
Ketika Pengendalian Inflasi Hadir di Panggung TIFF
Menariknya, kolaborasi BI dalam TIFF 2026 tidak berhenti pada dukungan terhadap penyelenggaraan festival.
BI Perwakilan Sulawesi Utara juga tampil melalui sebuah float yang mengangkat tema “Pengendalian Inflasi Daerah melalui Komoditas Pertanian.”
Tema tersebut menjadi pesan penting di tengah kemeriahan festival. Di balik rangkaian bunga yang menghiasi kendaraan hias, tersampaikan narasi mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Kehadiran float BI bahkan mendapat respons positif dari masyarakat. Kendaraan hias tersebut berhasil meraih predikat Pemenang Pertama Float Paling Favorit Pilihan Penonton.
Piagam penghargaan untuk capaian tersebut turut diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon kepada pihak BI Perwakilan Sulawesi Utara.
Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa TIFF bukan hanya panggung estetika, tetapi dapat menjadi ruang komunikasi publik untuk menyampaikan berbagai pesan pembangunan kepada masyarakat dengan cara yang kreatif dan mudah diterima.
Dari Festival Menuju Pertumbuhan Ekonomi
Pertemuan antara Pemkot Tomohon dan jajaran BI Perwakilan Sulawesi Utara juga berkembang menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai masa depan TIFF.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto memberikan sejumlah masukan untuk pengembangan TIFF pada tahun-tahun mendatang.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah bagaimana TIFF dapat semakin dikembangkan sebagai bagian dari penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
Festival bunga yang telah memiliki daya tarik dan reputasi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, ekonomi kreatif, produk unggulan daerah, hingga berbagai inovasi masyarakat.
Tak kalah penting, Joko juga menyoroti perlunya peningkatan nilai investasi.
Menurutnya, momentum besar seperti TIFF dapat menjadi etalase daerah untuk memperkenalkan berbagai potensi investasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dengan demikian, festival tidak berhenti ketika panggung ditutup dan bunga-bunga mulai meninggalkan jalanan.
Energi ekonomi yang tercipta diharapkan dapat terus bergerak, tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
CS-SR dan Semangat Kolaborasi
Bagi Pemerintah Kota Tomohon, penghargaan kepada BI Perwakilan Sulawesi Utara menjadi simbol bahwa keberhasilan sebuah agenda besar tidak lahir dari kerja satu pihak.
Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar melalui jajaran Pemerintah Kota Tomohon memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan BI dalam TIFF 2026.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa TIFF dapat menjadi titik temu antara pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, stabilitas ekonomi dan investasi.
Dari Tomohon, bunga-bunga tidak hanya berbicara tentang keindahan. Ia juga membawa pesan tentang ekonomi, kreativitas dan masa depan.
Dan di situlah makna TIFF semakin menemukan relevansinya: ketika sebuah festival mampu mempertemukan keindahan dengan gagasan pembangunan, serta kemeriahan dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(*)
















