Pendidikan
Universitas Sam Ratulangi: Mewujudkan Kembali Semangat “Si Tou, Timou Tomou Tou” ?

Manado, – Universitas Sam Ratulangi disahkan pada 14 September 1965 melalui Keputusan Presiden RI No. 227 Tahun 1965.
Nama universitas ini diambil dari nama Pahlawan Nasional, Dr. Sam Ratulangi, yang dikenal dengan motto: “Si Tou, Timou Tomo Tou”, yang berarti manusia hidup untuk menghidupkan manusia lainnya. Namun, akhir-akhir ini semangat motto tersebut seakan terguncang di lingkungan pimpinan Direktorat Unsrat.
Kabar Mengguncang di Lingkungan Pimpinan
Pasalnya, mantan Rektor terpilih periode 2014–2022, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc. (Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil), terbukti tersandung kasus korupsi dan divonis hukuman 1 tahun penjara serta denda Rp50.000.000, bersama tiga terdakwa lainnya.
Mereka dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindakan memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi dalam pelaksanaan pembangunan Gedung Fakultas Hukum dan Gedung Fakultas Teknik menggunakan dana pinjaman (loan) dari Islamic Development Bank (IsDB) pada rentang tahun 2017–2019, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,2 miliar.
Pergantian Pimpinan yang Mendadak
Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng memimpin Unsrat selama 3 tahun 7 bulan. Beliau dilantik pada 21 Desember 2022, namun diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir tepatnya pada 5 Agustus 2026 padahal masa jabatan seharusnya berakhir pada Desember 2026. Pemberhentian tersebut berdasarkan Surat Perintah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait adanya dugaan pelanggaran statuta kampus.
Enam Bakal Calon Rektor Unsrat 2026–2030
Hingga penutupan pendaftaran pada Jumat, 6 November 2026, tercatat 6 (enam) bakal calon Rektor Unsrat periode 2026–2030 yang telah mendaftar:
1. Prof. Dr. Ir. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc. — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Wakil Rektor II Unsrat)
2. Dr. Flora Pricilla Kalalo, S.H., M.H. — Fakultas Hukum
3. Dr. Youla Olva Aguw, S.H., M.H. — Fakultas Hukum
4. Dr. dr. Rocky Wilar — Fakultas Kedokteran
5. Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes. — Mantan Dekan FKM Unsrat, Fakultas Kedokteran
6. Dr. Theresia M. D. Kaunang — Fakultas Kedokteran
Pandangan Pengamat Sosial
Pengamat hukum dan sosial masyarakat, Efraim Lengkong, ketika dimintai pendapat menyampaikan:
“Keenam bakal calon rektor ini pada dasarnya masing-masing memiliki kemampuan. Namun, melihat apa yang terjadi di tubuh rektorat belakangan ini, mungkin sudah saatnya para guru besar mengubah pola pikir dalam menentukan pilihan. Jangan terfokus hanya memilih calon dari fakultas yang memiliki jumlah guru besar terbanyak.”
“Fakta berbicara: sepanjang sejarah, para Rektor Unsrat umumnya didominasi dari Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum kemudian di ikuti oleh Perikanan & Ilmu Kelautan, serta Pertanian, Peternakan.
Minusnya guru besar dari Fakultas Kedokteran membuat calon rektor dari fakultas ini sulit untuk memenangkan konsentrasi pemilihan rektor.
“Sudah saatnya para senat guru besar untuk memilih calon rektor dengan tidak lagi melihat asal fakultas, tetapi melihat calon yang benar-benar bisa melayani, calon yang nantinya dapat memajukan Unsrat tanpa pamrih, dan yang terlebih memilih calon yang takut akan Tuhan”. (*)














