Kesehatan
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa, Tim PKM Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di SMRA 11 Minahasa

TAMPUSU,mediakontras.com — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi siswa Sekolah Menengah Rakyat Atas (SMRA) 44 Minahasa, Desa Tampusu, Kabupaten Minahasa., Rabu 17 Juni 2026
Kegiatan ini mengangkat judul “Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Penanganan Korban Tidak Sadar melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar”.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pertolongan awal kepada korban tidak sadar, terutama pada situasi kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terarah. Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi serta demonstrasi dan praktik keterampilan Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin resusitasi.
Tim PKM terdiri atas Ns. Toar Calvin Christo Paat, M.Kep., Ns. Mulyadi, M.Kep., Ph.D., dan dr. Eko Arianto, Sp.U.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan mahasiswa, yaitu Raymond Edward Lumentut, Jesyka Gracely Talita Parengkuan, dan Paulus Babakal. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung proses edukasi, pendampingan, serta praktik keterampilan selama kegiatan berlangsung.
Selain siswa, guru-guru dan pengasuh asrama SMRA 44 Minahasa juga turut serta dalam kegiatan pelatihan. Partisipasi para guru dan pengasuh asrama diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan edukasi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah dan asrama, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan orang dewasa yang mendampingi siswa dalam aktivitas sehari-hari.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan kondisi korban tidak sadar, penilaian awal, aktivasi sistem pertolongan atau layanan kegawatdaruratan, serta prinsip dasar resusitasi jantung paru. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengamati dan mempraktikkan tahapan pertolongan pada manekin dengan pendampingan tim pelaksana.
Kepala SMRA 44 Minahasa, Dr. Jefta Johanes Makikui, S.Pd., M.Pd., mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan warga sekolah.
Kolaborasi antara tim akademisi, mahasiswa, guru, dan pengasuh asrama menjadi bentuk sinergi dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan.
Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memiliki pemahaman praktis mengenai langkah awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi korban tidak sadar.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya meminta bantuan, menjaga keselamatan penolong, dan melaksanakan tindakan sesuai kompetensi serta prosedur Bantuan Hidup Dasar yang diajarkan.

Pelaksanaan PKM di SMRA 44 Minahasa menjadi salah satu bentuk kontribusi sivitas akademika dalam meningkatkan literasi kesehatan, keterampilan pertolongan pertama, dan kesiapsiagaan masyarakat sekolah.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan sekolah dan asrama yang semakin siap dalam menghadapi situasi darurat.(*)
















