Connect with us

Kesehatan

SMART PKK Dorong Ibu-Ibu Pkk Cegah Penyakit Tidak Menular Berbasis Budaya

Reky Simboh

Published

pada

PKM 1 1

 MANADO,mediakontras.com –  Upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didukung oleh BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tim dosen Universitas Sam Ratulkangimenghadirkan program “SMART PKK: Pemberdayaan PKK dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Pendekatan Transcultural Nursing Berbasis Android” di Lingkungan 6 Teling Bawah Kota Manado.

Program ini menyasar Ibu-Ibu PKK sebagai kelompok strategis dalam meningkatkan kesadaran keluarga dalam pencegahan dan pengendalian PTM. Tim PkM terdiri dari Alfonsius Ade Wirawan, S.Kep., Ns., M.Kep, Dewi Christa Kobis, S.Pd., M.Hum, dan Reinhard Kmansilan, M.Kom.

Ketua tim pengabdian, Alfonsius Ade Wirawan, S.Kep., Ns., M.Kep, mengatakan bahwa perempuan, khususnya anggota PKK, memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di tingkat keluarga.

“PKK memiliki posisi strategis karena ibu-ibu tidak hanya berperan dalam mengelola rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan perilaku kesehatan di dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, edukasi pencegahan PTM perlu diberikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan budaya masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan identifikasi masalah dan asesmen kebutuhan masyarakat. Tim kemudian memberikan edukasi mengenai faktor risiko PTM, antara lain hipertensi, diabetes melitus, obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, serta pengelolaan stres.

Menariknya, materi edukasi dikembangkan melalui pendekatan Transcultural Nursing, sehingga pesan kesehatan disesuaikan dengan nilai, kebiasaan, dan konteks budaya masyarakat Minahasa.

Aspek budaya yang dikembangkan antara lain pemilihan makanan yang lebih sehat dalam pola konsumsi masyarakat, aktivitas fisik yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat, serta penguatan peran keluarga dalam menjaga kesehatan.

Selain edukasi, kader PKK juga mendapatkan pelatihan deteksi dini faktor risiko PTM. Kader diperkenalkan dengan keterampilan dasar seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), serta pengenalan tanda dan faktor risiko PTM yang membutuhkan tindak lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Program SMART PKK juga memanfaatkan media berbasis Android untuk mempermudah masyarakat melakukan skrining dan memperoleh informasi kesehatan. Melalui media tersebut, anggota PKK dapat mengakses materi edukasi pencegahan PTM secara lebih praktis, menarik, dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, tim PKM berharap PKK memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan PTM serta mampu menjadi agen perubahan kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat.

Keseluhuran kegiatan ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi BIMA Tahun 2026. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */