Sangihe
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Sangihe Dirangkaikan Apel Kerja, Ini Pesan Tegas Bupati

SANGIHE,mediakontras.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe akhirnya pasang kuda-kuda terhadap pelanggaran integritas, penyalahggunaan anggaran dan kewenangan dengan kebijakan zero tolerance.
Pesan keras itu disampaikan Bupati Michael Thungari melalui Plt Sekda Johanis Pilat saat bertindak sebagai Irup Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober yang dirangkai dengan apel kerja di Lapangan Gelora Santiago Tahuna, Kamis (01/10/2026).
Pilat tidak banyak basa-basi. Ia menyentil langsung mentalitas ASN yang selama ini kerja bagus hanya saat ada pemeriksaan.
“Integritas harus menjadi budaya kerja. Kita tidak boleh bekerja dengan benar hanya karena sedang dinilai, tidak boleh tertib hanya karena akan diperiksa, dan tidak boleh memperbaiki pelayanan hanya karena ada pengaduan,” sentil Pilat.

Menurutnya, Pancasila jangan hanya dihafal, tapi harus dipraktikkan lewat kejujuran dan keberpihakan ke rakyat.
Pilat juga mengingatkan, ukuran sukses pemerintah bukan seberapa besar anggaran dihabiskan. Tapi seberapa besar manfaat yang dirasakan warga.
“Setiap rupiah anggaran yang kita kelola adalah uang rakyat. Karena itu, setiap rupiah harus jelas peruntukannya, jelas penggunaannya, jelas hasilnya dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan SE Bupati Nomor 700.14/2.402 tertanggal 23 September 2026.
Tak hanya itu, Pilat membuka pintu bagi laporan dugaan pelanggaran. Namun ia meminta laporan disampaikan lewat kanal resmi dan dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Setiap laporan, terbukti atau tidak, akan ditangani secara profesional.
“Kita ingin menciptakan lingkungan pemerintahan di mana orang yang menjaga integritas merasa terlindungi, sedangkan orang yang melakukan penyimpangan memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi,” pungkasnya.
Kepada semua Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan pimpinan unit, Pilat memerintahkan untuk perketat pengawasan internal dan percepat pelayanan publik.
“Budaya kerja sebuah organisasi sangat ditentukan oleh contoh yang diberikan oleh pimpinan,” tutupnya.(*)
















