Connect with us

Politics

Victor Mailangkay Mundur, Nasdem Sulut Diguncang

Published

pada

e8dbef69 d7d5 4fc8 b147 4b525f878bd1

Surat kepada Surya Paloh menyebut perbedaan “irama dan cara kerja” dengan Felly Runtuwene. Pengunduran diri Ketua DPW ini membuka babak baru dinamika internal NasDem di Sulawesi Utara.

MANADO, mediakontras.com — Gempa politik mengguncang Partai NasDem Sulawesi Utara.

Johannes Victor Mailangkay, Ketua DPW Partai NasDem Sulut sekaligus Wakil Gubernur Sulawesi Utara, menyatakan mengundurkan diri dari Partai NasDem terhitung 29 September 2026.

Keputusan itu dituangkan dalam surat bernomor 01-KHUSUS MUNDUR/IX/2026, bertanggal Jakarta, 29 September 2026, yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh.

Isi surat tersebut, menyebut Mailangkay memberi alasan kenapa memilih mundur karena tidak lagi dapat mengikuti “irama dan cara kerja” dari Felly Estelita Runtuwene, yang disebut dalam surat sebagai Ketua DPP Partai NasDem sekaligus Kompemwil NasDem Sulawesi Utara.

Bukan sekadar surat formal. Pengunduran diri itu menjadi pukulan politik karena Victor Mailangkay selama ini merupakan salah satu figur penting NasDem di Sulawesi Utara.

Yang membuat keputusan tersebut semakin menarik perhatian adalah cara Mailangkay menyampaikannya.

Ia tidak hanya mengirim surat.Melainkan mengantas langsung kepada Ketua Umum Partai Nasdem

Menurut keterangan Mailangkay, surat itu diserahkan langsung kepada Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta, pada 29 September 2026 sekitar pukul 13.45 WIB. Surat tersebut disebut diterima langsung oleh Surya Paloh bersama Victor Laiskodat.

SATU KALIMAT YANG MENGGUNCANG

Dalam surat pengunduran dirinya, Mailangkay tidak merinci konflik atau peristiwa tertentu yang menjadi pemicu. Namun satu kalimat menjadi pusat perhatian:

“Ternyata Saya tidak dapat lagi mengikuti irama dan cara kerja Kk Felly Estelita Runtuwene …”

Setelah itu, Mailangkay menyatakan dirinya mundur dari Partai NasDem mulai 29 September 2026. Ia juga menyatakan keputusan tersebut dibuat secara sadar dan tanpa paksaan.

Mailangkay tetap menyampaikan penghormatan kepada Surya Paloh dan Prananda Surya Paloh serta permintaan maaf atas kesalahan selama berada di partai.

Surat itu ditembuskan kepada Prananda Surya Paloh, Hermawi Taslim, Ahmad Sahroni dan Felly Estelita Runtuwene.

DARI PIMPINAN PARTAI KE PINTU KELUAR

Keputusan Victor bukanlah peristiwa kecil dalam konfigurasi politik NasDem Sulut.

Ia pernah dipercaya DPP NasDem memimpin DPW Sulut dan struktur kepengurusan yang dipimpinnya disahkan melalui SK DPP NasDem Nomor 185-Kpts/DPP-NasDem/IV/2022.

Pada periode sebelumnya, Victor juga tampil sebagai salah satu figur penting dalam konsolidasi politik NasDem Sulut.

Bahkan pada 2025, Ketua Umum NasDem Surya Paloh secara terbuka menitipkan Victor kepada Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam sebuah agenda partai. Paloh ketika itu menyebut posisi NasDem di Sulut sebagai sahabat dan meminta Victor diperankan sebagai wakil gubernur.

Kini, sekitar setahun setelah pemerintahan Yulius Selvanus–Victor berjalan, posisi politik Victor berubah drastis. Ia memilih keluar dari partai yang sebelumnya mengusungnya.

FAKTA YANG PERLU DIPISAHKAN DARI SPEKULASI

Sejumlah narasi mengenai “eksodus” kader dan tokoh NasDem Sulut beredar di ruang publik. Namun, tidak semua klaim tersebut telah dikonfirmasi secara independen.

Karena itu, pengunduran diri Victor sebaiknya dibaca dari fakta yang sudah terkonfirmasi: seorang Ketua DPW menyatakan mundur dan secara eksplisit menyebut ketidaksesuaian dengan “irama dan cara kerja” salah satu pimpinan DPP/Komperwil sebagai alasan yang dicantumkan dalam suratnya.

Surat tersebut tidak menjelaskan secara rinci bentuk perbedaan, keputusan organisasi tertentu, ataupun rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.

Artinya, pertanyaan terbesar justru berada setelah surat itu diterima.

Apa yang sebenarnya terjadi di balik perbedaan irama tersebut?

HUBUNGAN YANG DULU BERJALAN SEIRAMA

Menariknya, hubungan Victor dan Felly bukanlah sesuatu yang sejak awal berada dalam posisi berseberangan.

Pada Pemilu 2024, Victor justru pernah menyampaikan apresiasi terhadap perolehan suara Felly Runtuwene sebagai calon anggota DPR RI NasDem dari Sulut. Saat itu Victor menyebut Felly meraih suara signifikan dan memperkirakan dirinya mempertahankan kursi di Senayan.

Pada 2024 pula, Victor masih tampil bersama Felly dan Surya Paloh dalam berbagai agenda konsolidasi politik NasDem.

Dengan demikian, surat pengunduran diri 29 September 2026 menunjukkan bahwa dinamika internal partai telah memasuki fase yang berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya.

KOMPAS NASDEM SULUT

Pertanyaan berikutnya kini bukan hanya mengenai alasan Victor mundur.

Publik Sulawesi Utara juga akan menunggu bagaimana DPP NasDem merespons keputusan tersebut.

Siapa yang akan mengisi posisi Ketua DPW NasDem Sulut?

Apakah pengunduran diri Victor akan berhenti sebagai keputusan personal, atau berkembang menjadi perubahan lebih besar dalam struktur organisasi?

Dan yang tak kalah penting: bagaimana hubungan politik Victor setelah tidak lagi menjadi kader NasDem, sementara ia masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara?

Surat itu belum memberikan jawaban.

Yang pasti, satu babak telah ditutup.

Victor Mailangkay memilih keluar dari NasDem.

Kini, bola berada di tangan DPP Partai NasDem.

Dan Sulawesi Utara menunggu ke mana arah kompas politik partai itu setelah kepergian salah satu figur utamanya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */