Bolmut
Dinilai Bantu PAD Daerah Lain, Diklat BCKS Disorot Fungsi Pengawasan Mandek DPRD Bungkam !!!
Ketua KNPI BOLTARA Donal Palandi

mediakontras.com – Ditengah efisiensi dan defisitnya anggaran daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (BOLTARA) justeru menggelar kegiatan pelatihan dan pendidikan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang dilaksanakan di hotel Peninsula Manado sejak 8 hingga 17 April 2026 belum lama ini.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) BOLTARA Donal Palandi langsung angkat bicara dia menyorot soal kebijakan Dikbud BOLTARA yang menggelar kegiatan diluar daerah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
” Negara saat ini sementara mengefisiensikan anggaran disemua daerah BOLTARA sendiri sementara mangalami devisit anggaran. Tahun kemarin saja banyak yang belum terbayar termasuk kebutuhan obat – obatan di Rumah Sakit Umum Daerah yang menjadi kebutuhan Masyarakat BOLTARA. Belum lagi perkara perawatan bahkan BBM milik RSUD yang selalu menjadi sorotan akibat susahnya difasilitasi oleh daerah tapi anehnya dari sektor Pendidikan malah menggelar kegiatan diluar daerah yang terkesan pemborosan keuangan daerah,” kesal Palandi tadi.
Menurutnya kegiatan yang dilakukan oleh Dikbud bernilai positif tapi baiknya dilaksanakan didalam daerah disamping pengiritan anggaran, pelaku usaha perhotelan juga dapat diberdayakan.
“Kalo begini selain pemborosan fatalnya adalah menguntungkan daerah lain terkesan kita hanya membantu PAD daerah lain padahal daerah sendiri sementara devisit. Coba anggarannya digeser saja pada kegiatan yang menjadi prioritas untuk kebutuhan Masyarakat seperti pengadaan obat ,” kesalnya lagi.
Di juga berharap kegiatan yang dilakukan Dikbud BOLTARA bernilai ekonomis bagi pelaku usaha di BOLTARA.
” Uangnya hanya berputar didaerah sendiri tidak dibawah keluar. Kalau pematerinya yang diundang ke BOLTARA kan irit tidak harus membiayai puluhan peserta dan diangkut ke Manado mohon Bupati Segera mengevaluasi seluru kegiatan SKPD yang tidak bernilai ekonomis bagi masyarakat dan terkesan pemborosan agar dapat dievaluasi ,”tutupnya
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan BOLTARA Fadli Usup melalui Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Edi Ismail membenarkan bahwa kegiatan bersumber dari APBD
Menurutnya kenapa harus dilaksanakan di Manado Karena Dinas Pendidikan Boltara telah melakukan kerjasama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulut .
” Sebenarnya akan dilaksanakan di gedung milik BGTK karena kami suda bekerja sama tapi kendala membludaknya peserta menjadi 68 orang maka kami pindahkan kegiatannya di hotel Peninsula,” jelas Dedi.
Kegiatan ini juga menurutnya digelar agar Bolmut memiliki ketersediaan bakal calon kepala sekolah. “Kegiatan ini dilaksanakan agar ketersediaan calon kepsek di BOLTARA tetap ada'” singkatnya.
Sementara pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) BOLTARA tidak satupun memberikan respon saat mediakontras.com memintai tanggapan termasuk ketua Komisi 1 DPRD BOLTARA Salim Abdullah yang menjadi mitra kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga memiliki fungsi pengawasan. Saat ditelepon di nomor 0853****0856 dalam keadaan aktif tapi ditolak Upaya melalui pesan whatsappun bercentang dua tapi tidak menjawab. Hal yang sama juga saat Upaya konfirmasi terhadap personal Komisi 1 lainnya Sutrisno Van gobel melalui pesan masaangger sudah terbaca tapi tidak merespon.















Notje Nehemia Kodongan
24 April 2026 at 8:32 AM
Salam hormat,
Saya, sebagai salah satu peserta yang saat ini sedang mengikuti rangkaian kegiatan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), ingin menyampaikan apresiasi atas masukan dan kontrol sosial yang disampaikan melalui rekan-rekan media. Aspirasi terkait efisiensi anggaran daerah adalah masukan yang sangat berharga bagi kami sebagai abdi negara di sektor pendidikan.
Izin bagi kami untuk memberikan perspektif dari sisi peserta mengenai pentingnya kegiatan ini bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara:
Investasi Kualitas Kepemimpinan Sekolah: Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya krusial untuk memastikan sekolah-sekolah di daerah kita dipimpin oleh sosok-sosok yang memiliki kompetensi manajerial dan akademik yang teruji. Tanpa ketersediaan stok calon kepala sekolah yang bersertifikat, operasional dan mutu pendidikan di sekolah bisa terhambat di masa depan.
Standar Penyelenggaraan: Kami memahami adanya keberatan mengenai lokasi kegiatan. Namun perlu diketahui bahwa diklat ini melibatkan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Utara sebagai instansi pembina yang memiliki kriteria teknis tertentu dalam proses sertifikasi. Kami memandang hal ini sebagai upaya Dinas Pendidikan untuk memastikan proses seleksi dan pelatihan berjalan sesuai standar nasional agar hasilnya benar-benar berkualitas.
Tanggung Jawab Moral Peserta: Adanya sorotan mengenai efisiensi anggaran justru menjadi beban moral positif bagi kami. Hal ini memacu kami sebagai peserta untuk belajar lebih serius dan menyerap materi semaksimal mungkin. Kami menyadari bahwa biaya yang dikeluarkan daerah adalah amanah dari masyarakat Bolmut yang harus kami bayar tuntas dengan kinerja yang lebih baik saat memimpin sekolah nanti.
Dukungan terhadap Ekonomi Daerah: Kami sependapat bahwa pemberdayaan ekonomi lokal adalah hal yang penting. Kami berharap masukan mengenai pelaksanaan kegiatan di dalam daerah dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara di masa mendatang, agar terjadi keseimbangan antara pencapaian standar mutu dan perputaran ekonomi di daerah sendiri.
Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar kami dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan hasil terbaik. Fokus utama kami adalah membawa perubahan nyata pada kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Bolmut, sehingga setiap rupiah yang telah dikeluarkan daerah benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi kecerdasan anak didik kita di Bolaang Mongondow Utara.
Terima kasih atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.
Hormat saya,
Notje Nehemia Kodongan,S.Pd
Peserta Diklat BCKS BOLTARA