Artikel
Bertransformasi ala Direktur Utama Perumda Pasar Manado

Catatan : Reymoond ‘Kex’ Mudami
Percakapan dengan Direktur Utama Perumda Pasar Manado Lucky Senduk membawa satu kesan yang cukup kuat: pasar tidak sedang dipandang sekadar sebagai tempat transaksi antara pedagang dan pembeli.
Di tangan manajemen, pasar ingin ditata sebagai ruang publik yang lebih tertib, lebih berkualitas, sekaligus mampu memberi pengalaman berbeda bagi masyarakat.
Pembenahan dimulai dari dalam.
Manajemen perusahaan dibenahi, tata kelola diperkuat, dan berbagai aspek internal terus ditata agar Perumda Pasar memiliki fondasi yang lebih sehat dalam menjalankan fungsinya. Dari pembenahan internal itu, perhatian kemudian diarahkan pada kualitas pasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Baginya, pasar yang baik bukan hanya soal bangunan yang diperbaiki. Kebersihan, kenyamanan, pengelolaan, pelayanan, keteraturan, hingga kemampuan pasar beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi satu kesatuan.
Karena itu, gagasan menjadikan pasar sebagai objek wisata ikut menjadi bagian dari arah pengembangan.
Pasar tidak harus kehilangan karakter tradisionalnya ketika ditata. Justru karakter itu yang dapat menjadi daya tarik. Pasar bisa menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang sosial dan destinasi yang memperlihatkan denyut kehidupan kota.
Di balik berbagai pembenahan itu, ia menyebut peran Wali Kota Andre Angouw sebagai faktor penting.
Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepadanya bersama jajaran manajemen. Lebih dari itu, ia mengapresiasi ruang yang diberikan untuk berinovasi.
Kepercayaan tersebut, menurutnya, bukan sekadar penunjukan untuk menduduki jabatan. Ada tanggung jawab untuk membuktikan bahwa ruang yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi perubahan.
Dari situ lahir keberanian untuk melakukan pembenahan, mencoba pendekatan baru, dan mencari cara agar pasar dapat bergerak lebih profesional.
Satu fase berikutnya yang kini dipersiapkan adalah digitalisasi dan keterbukaan manajemen.
Pasar dituntut mengikuti perubahan perilaku masyarakat dan perkembangan teknologi. Pengelolaan tidak lagi cukup mengandalkan pola-pola lama. Data, sistem digital, transparansi, dan keterbukaan menjadi bagian penting dari masa depan Perumda Pasar.
Pada titik ini, digitalisasi bukan sekadar memasukkan teknologi ke dalam sistem kerja.
Ia harus bermuara pada tata kelola yang lebih mudah diawasi, informasi yang lebih terbuka, pelayanan yang lebih baik, serta pengelolaan perusahaan yang semakin dapat dipertanggungjawabkan.
Pasar, dengan demikian, sedang didorong untuk bergerak dari sekadar tempat berjualan menjadi ekosistem pelayanan publik dan ekonomi kota.
Dan perubahan itu tentu belum selesai.
Sebab pasar adalah ruang yang hidup. Setiap hari pedagang datang membawa harapan, pembeli datang membawa kebutuhan, sementara pemerintah dituntut memastikan ruang tersebut tetap tertata.
Di situlah pekerjaan rumah Perumda Pasar masih panjang.
Namun satu hal terasa dari percakapan tersebut: pembenahan ingin dimulai dari dalam, kemudian hasilnya dirasakan dari luar.
Dan dalam proses itu, kepercayaan wali kota kepada manajemen menjadi modal penting untuk terus bergerak.













