Sangihe
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Thungari: Saya Butuh Pejabat Jujur, Bukan Yang Hanya Rajin Absen!

TAHUNA,mediakontras.com – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari melantik dan mengambil sumpah janji jabatan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Bupati. Senin, 5/10/2026
Pelantikan kali ini terasa cukup lama karena adanya penyesuaian nomenklatur di sejumlah perangkat daerah. Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan kini berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Bapperida. Sementara Badan Keuangan kini telah berpisah dan resmi berdiri menjadi Badan Pendapatan Daerah dan untuk sementara berkantor di BPU.
Dalam sambutannya, Bupati Thungari menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan harus ditempatkan sepenuhnya dalam kerangka kepentingan masyarakat dan daerah.
“Saya tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai menjalankan rutinitas. Saya membutuhkan pejabat yang jujur, berani mengambil keputusan, mampu menyelesaikan persoalan, dan dapat dipercaya,” tegas Thungari. Ia juga mengingatkan, “Jangan pernah menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, kelompok, maupun kepentingan lain yang bertentangan dengan aturan. Jabatan adalah delegasi kewenangan, tetapi kehormatan jabatan hanya dapat dipertahankan melalui integritas.”
Kepada para pejabat administrator, Bupati meminta agar mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi program yang berjalan dan memberikan hasil nyata. Sementara pejabat pengawas diminta memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan benar, disiplin, tepat waktu dan sesuai standar. Ia meminta setiap pejabat memahami target organisasi, indikator kinerja, tugas bawahan dan hasil yang harus dicapai.
“Jangan sampai kita sibuk dengan administrasi tetapi masyarakat tidak merasakan perubahan,” ujarnya.
Bahkan secara tegas Thungari menyampaikan, “Saya lebih memilih pejabat yang sering tidak hadir di kantor tetapi tugasnya selesai, daripada dia tiap hari hadir mengambil TPP namun tidak ada yang dikerjakan — hanya membuat laporan mengenai dirinya sendiri yang sebagian besar isinya pun tidak benar.”
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah hadir bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. “Kita bekerja bukan untuk dilayani, kita ada untuk melayani. Masyarakat tidak terlalu membutuhkan pejabat yang banyak bicara tentang kewenangan. Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir ketika mereka membutuhkan pelayanan,” katanya. Karena itu budaya kerja yang cepat, responsif, disiplin dan solutif harus dibangun oleh seluruh pejabat yang baru dilantik.
Thungari juga meminta para pejabat untuk tidak takut melakukan perubahan. “Pemerintah daerah saat ini menghadapi tuntutan yang semakin besar. Kita tidak dapat lagi bekerja dengan cara lama untuk menyelesaikan persoalan yang terus berkembang,” ungkapnya. Menurutnya digitalisasi pemerintahan, penyederhanaan proses kerja, pemanfaatan data dan penguatan koordinasi harus menjadi bagian dari budaya kerja.
“Saya ingin setiap pejabat menjadi bagian dari perubahan, bukan menjadi bagian dari penghambat perubahan. Kalau sistem sudah berubah tetapi cara kita berpikir masih sama, maka perubahan tidak akan pernah menghasilkan kemajuan,” tegasnya lagi.
Soal kerja sama, Bupati menekankan tidak ada satu pun perangkat daerah yang dapat bekerja sendiri. Ia meminta agar ego sektoral tidak dibangun. “Kita boleh berbeda tugas, tetapi tujuan kita sama, yaitu mewujudkan Sangihe yang lebih sejahtera dan berbudaya,” ujarnya.
Thungari juga menyoroti gaya kepemimpinan. “Kepemimpinan tidak cukup hanya dengan tanda tangan dan disposisi. Pemimpin harus tahu apa yang terjadi di lapangan, tahu persoalan bawahannya, serta mampu mendengar, memberikan arahan, dan mengambil keputusan,” katanya. Ia meminta pejabat tidak hanya hadir ketika rapat, “Jangan menjadi pejabat yang hanya hadir ketika rapat, tetapi tidak hadir ketika persoalan membutuhkan penyelesaian.”
Secara khusus Bupati memberikan perhatian kepada Badan Pendapatan Daerah yang baru terbentuk. “Badan Pendapatan memiliki tugas yang berat. Kalian adalah orang-orang yang kami pilih untuk menciptakan perubahan, apalagi di sektor pendapatan,” ujar Thungari.
Ia pun memberi peringatan keras bahwa pejabat yang tidak perform di dinas penting akan segera digeser. “Pejabat yang tidak perform di dinas-dinas atau badan yang penting akan segera kita geser. Badan Keuangan, Badan Perencanaan dan Riset Daerah, ini semua adalah jantung organisasi Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tegasnya.
Bupati menegaskan pelantikan ini harus dimaknai sebagai upaya memperkuat organisasi pemerintah daerah dengan semangat Muda Berkarya, Mewujudkan Sangihe Lebih Sejahtera dan Berbudaya. Ia menjelaskan Muda Berkarya berarti berani berinovasi dan menghasilkan karya, Lebih Sejahtera berarti memastikan pembangunan dan pelayanan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan Berbudaya berarti menjaga nilai etika, identitas serta karakter masyarakat Sangihe.
Di akhir sambutannya, Thungari mengingatkan evaluasi kinerja akan terus dilakukan. “Jabatan bukan ruang untuk merasa nyaman, tetapi ruang untuk membuktikan kemampuan. Jika bekerja baik pertahankan, jika belum baik perbaiki, jika salah akui dan benahi, serta jika ada persoalan jangan ditutupi dan tetap selesaikan,” tutupnya.
















