Connect with us

Talaud

Konsep B2B Perikanan Talaud – Filipina, Ide Cerdas Bupati Welly Titah ‘Buka Pintu’ Perdagangan Lintas Batas Negara

Frendy Sapoh

Published

pada

wt jrm

MELONGUANE, mediakontras.com – Gagasan membangun konektivitas ekonomi Talaud dengan Filipina mulai diarahkan pada pola kerja sama yang lebih konkret. Bukan sekadar hubungan antarpemerintah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud di era Bupati Welly Titah dan Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan, SE sejak awal pemerintahan sudah mendorong konsep Business to Business (B2B) sebagai pintu masuk pengembangan sektor perikanan dan perdagangan lintas batas.

“Konsep tersebut menjadi bagian dari gagasan Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah dalam melihat posisi geografis Talaud sebagai wilayah yang berhadapan langsung dengan kawasan Pasifik,” ungkap Jon Riung Mangamba, SH Staf Khusus Bupati Talaud.

Menurut Mangamba, dalam perspektif Bupati Welly Titah kedekatan letak geografis dengan Filipina tidak semestinya hanya dipandang dari perspektif perbatasan dan keamanan. Posisi tersebut juga dapat menjadi modal ekonomi apabila dihubungkan dengan kebutuhan pasar, investasi, pelaku usaha dan potensi sumber daya laut yang dimiliki Talaud.

“Karena itu, sejak awal, pendekatan yang dibangun bukan semata-mata Government to Government (G2G), melainkan bagaimana pemerintah membuka ruang agar pelaku usaha Indonesia dan Filipina dapat membangun hubungan bisnis secara langsung dalam koridor aturan kedua negara,” tambahnya.

Dalam sektor perikanan, konsep tersebut dapat diarahkan pada terbentuknya rantai usaha dari hulu hingga hilir. Nelayan Talaud menjadi salah satu mata rantai utama penyedia hasil tangkapan, sementara peluang investasi dapat diarahkan pada pembangunan sarana pendukung seperti cold storage, pengolahan hasil laut, distribusi, transportasi dan logistik.

“Dengan pola demikian, kekayaan laut Talaud tidak berhenti sebagai hasil tangkapan mentah, tetapi memiliki peluang untuk memperoleh nilai tambah melalui proses pengolahan dan akses pasar,” Tukas Mangamba.

Konsep B2B tersebut tidak lahir secara tiba-tiba setelah adanya pertemuan dengan pihak Filipina.

Gagasan membawa Talaud lebih dekat dengan pasar dan aktivitas ekonomi Filipina telah menjadi bagian dari pemikiran Welly Titah sejak sebelum dirinya resmi memimpin Kabupaten Kepulauan Talaud.

Penjajakan, pembicaraan awal dan pemetaan terhadap potensi hubungan ekonomi dengan negara tetangga menjadi bagian dari proses panjang yang kemudian mendapat ruang lebih luas setelah dirinya resmi menjabat sebagai Bupati.

“Setelah dilantik, gagasan tersebut mulai diterjemahkan ke dalam langkah yang lebih konkret melalui koordinasi lintas sektor, pembahasan potensi investasi, hingga pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar salah satu Advokat lawas tersebut.

Artinya, pertemuan dengan pihak Filipina yang berlangsung belakangan ini merupakan bagian dari rangkaian proses yang telah dirintis sebelumnya, bukan sebuah gagasan yang muncul secara spontan.

Salah satu perkembangan terbaru terlihat dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Investasi di Daerah Perbatasan Indonesia dan Filipina yang berlangsung di Restoran Seafood City Extra, Kalasey, Kabupaten Minahasa, Rabu (30/9/2026) malam.

Dalam forum tersebut, Bupati Welly Titah hadir bersama Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan, SE. Dari pihak Filipina hadir Walikota Governor Generoso, Juanito C. Inojales, bersama sejumlah anggota delegasi.

Pertemuan turut melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Talaud, instansi vertikal, dunia usaha, tokoh masyarakat serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek investasi, tetapi juga berkembang pada isu pengelolaan sumber daya perikanan, perdagangan hasil laut, keselamatan pelayaran, koordinasi aktivitas nelayan hingga mekanisme perdagangan lintas batas.

Dalam kesempatan itu, Welly menekankan pentingnya membangun hubungan yang produktif di kawasan perbatasan. Wilayah perbatasan, menurutnya, tidak hanya memiliki arti strategis dalam konteks kedaulatan dan keamanan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang perlu dikelola secara terukur dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembangunan.

Konsep B2B membuka kemungkinan terbentuknya hubungan yang lebih langsung antara kebutuhan pasar dengan potensi produksi masyarakat. Filipina memiliki kebutuhan terhadap komoditas perikanan, sementara Talaud memiliki sumber daya laut yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Tantangannya adalah bagaimana mempertemukan kedua potensi tersebut melalui sistem perdagangan yang legal, aman, berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal.

“Di sinilah peran pemerintah menjadi penting. Membangun regulasi, membuka komunikasi antarpihak, memfasilitasi konektivitas serta memastikan aktivitas ekonomi berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Jon.

Sementara itu, dunia usaha dapat mengambil ruang pada sisi investasi dan pengembangan rantai pasok. Dengan demikian, pemerintah tidak harus menjadi pelaku utama bisnis, tetapi menciptakan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha Indonesia dan Filipina membangun kerja sama secara langsung.

“Bagi Talaud, gagasan tersebut memiliki arti strategis karena wilayah ini berada di garis depan Indonesia yang berhadapan langsung dengan Filipina. Jika konektivitas ekonomi dapat dibangun secara bertahap, posisi geografis yang selama ini identik dengan keterbatasan akses dapat diarahkan menjadi salah satu keunggulan daerah,” pungkasnya.

Namun, proses tersebut membutuhkan konsistensi. Diperlukan koordinasi antarpemerintah, kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, perlindungan nelayan, pengawasan perdagangan lintas batas serta keterlibatan pelaku usaha.

Pada titik itu, konsep B2B yang sejak awal digagas Welly Titah menjadi salah satu pendekatan yang tengah diuji melalui proses penjajakan dan komunikasi lintas negara.

Talaud kini tidak hanya berbicara tentang batas wilayah di utara Indonesia. Lebih jauh, Talaud sedang membuka pembicaraan mengenai bagaimana laut yang memisahkan dua negara dapat sekaligus menjadi ruang pertemuan kepentingan ekonomi masyarakat Indonesia dan Filipina.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */