Legislative
Normans Luntungan Soroti Keterbatasan Armada Kapal ke Sitaro, Ingatkan Risiko Keselamatan Pelayaran

Manado. Mediakontras.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Normans Luntungan, menyoroti keterbatasan armada kapal yang melayani rute Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro). Pasalnya, kapal yang beroperasi pada rute tersebut disebut hanya tersisa satu unit.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang dalam satu kapal, sehingga berpotensi menimbulkan kelebihan kapasitas (overcapacity) dan mengancam keselamatan pelayaran.
Persoalan tersebut disampaikan Luntungan melalui interupsi dalam rapat paripurna DPRD Sulut. Ia mengatakan, masalah keterbatasan armada kapal merupakan aspirasi masyarakat Sitaro yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Interupsi, Pimpinan. Izinkan saya menyampaikan aspirasi dari masyarakat Sitaro. Hari ini kapal yang beroperasi di daerah Sitaro cuma satu,” ujar Luntungan dalam rapat tersebut, Senin (19/12026).
Ia mengaku khawatir kondisi itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran, terlebih setelah terjadinya insiden kebakaran kapal KM Barcelona di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.
Menurut Luntungan, insiden tersebut harus menjadi perhatian bersama agar persoalan keselamatan pelayaran tidak kembali terjadi akibat kondisi kapal yang padat penumpang dan tidak tertib.
“Saya takutnya, Pak Gubernur, belum lama ini ada kecelakaan KM Barcelona yang berada di Kabupaten Talaud, terjadi kebakaran. Hal itu dikarenakan padatnya penumpang yang juga tidak beraturan,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, keterbatasan armada yang tidak segera ditangani berpotensi menimbulkan persoalan serupa. Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Daripada kita saling menyalahkan satu sama lain, menyalahkan kapal, menyalahkan pemerintah, jadi mohon dibantu untuk diselesaikan,” tegasnya.
Minta Pemerintah Fasilitasi Penyelesaian
Selain menyoroti keterbatasan armada, Luntungan juga menyampaikan informasi yang diterimanya bahwa kapal yang melayani rute tersebut diduga terkendala proses di pihak syahbandar.
Karena itu, ia meminta agar pemerintah memfasilitasi koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab terbatasnya kapal yang beroperasi sekaligus mencari jalan keluar bagi masyarakat Sitaro.
Menurutnya, ketersediaan transportasi laut yang memadai sangat penting bagi masyarakat kepulauan, terutama untuk menunjang mobilitas warga dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Ia berharap persoalan tersebut segera ditindaklanjuti agar pelayanan transportasi laut di wilayah Sitaro dapat berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan standar keselamatan pelayaran.
“Jadi, dimohon untuk difasilitasi supaya hal-hal yang tidak baik tidak terjadi lagi ke depannya,” tutup Luntungan.
Aspirasi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah provinsi dan instansi terkait, sehingga keterbatasan armada kapal dapat segera dicarikan solusi dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.














