Connect with us

Tomohon

Pemkot Tomohon Perkuat Koordinasi Penanganan Darurat Kekeringan dan Karhutla, Fokus pada Keselamatan Warga dan Pemulihan Lingkungan

Redaksi

Published

pada

9ae324a2 bf55 4b55 baa8 5f386bd9ff6f

TOMOHON, mediakontras.com — Pemerintah Kota Tomohon terus memperkuat langkah penanganan tanggap darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi lintas sektor dan evaluasi terhadap upaya penanggulangan yang sedang berlangsung.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Tomohon, yang dihadiri Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., di Command Center Pemerintah Kota Tomohon, Rabu (21/10/2026).

Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga, mengevaluasi langkah penanganan di lapangan, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan dapat ditangani secara terarah dan berkelanjutan.

Perkuat Penanganan Darurat dan Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar menekankan bahwa penanganan darurat kekeringan dan karhutla membutuhkan langkah terpadu, mulai dari pencegahan hingga penanganan pascabencana.

Upaya yang dilakukan meliputi pencegahan kebakaran, pemadaman api, pendinginan area terdampak, serta patroli dan pemantauan untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

Selain penanganan kebakaran, perhatian pemerintah juga diarahkan pada perlindungan kesehatan masyarakat melalui penyaluran masker, pendataan kebutuhan air bersih, serta distribusi air bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

Sektor pertanian turut menjadi perhatian. Pemerintah melakukan pendataan kebutuhan air untuk lahan pertanian dan penyaluran air sesuai kebutuhan, guna membantu masyarakat mempertahankan aktivitas pertanian di tengah kondisi kekeringan.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pengendalian api, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kesehatan, serta keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

Pemulihan Kawasan Gunung Lokon dan Gunung Empung

Selain penanganan darurat, Pemerintah Kota Tomohon juga menaruh perhatian pada strategi pascakebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lokon dan Gunung Empung.

Strategi pemulihan mencakup pengawasan kawasan dan pengendalian akses ke wilayah gunung, pencegahan kebakaran berulang, kajian kerusakan ekologis, serta investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Langkah berikutnya meliputi pemulihan lingkungan dan ekosistem, penegakan aturan, edukasi kepada masyarakat, serta evaluasi operasi penanganan sebagai bagian dari transisi menuju tahap pemulihan.

Upaya tersebut penting untuk memastikan kawasan terdampak memperoleh penanganan yang tepat, sekaligus mengurangi risiko kebakaran kembali terjadi. Perlindungan kawasan alam juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan di Kota Tomohon.

Masyarakat Diminta Patuhi Imbauan Pemerintah

Wakil Wali Kota Sendy Rumajar mengajak seluruh masyarakat Kota Tomohon untuk menaati aturan dan imbauan pemerintah selama masa tanggap darurat berlangsung.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan bencana dapat berjalan efektif.

Partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran, menjaga keselamatan bersama, serta mendukung kelancaran distribusi bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Melalui koordinasi yang kuat dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, diharapkan kondisi darurat dapat segera teratasi dan proses pemulihan berjalan dengan baik.

Sosialisasi Percepatan Penanganan Rumah Terdampak Bencana

Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut dilanjutkan dengan Sosialisasi Gerakan Akselerasi Penanganan Rumah Terdampak Bencana Lokal di Kota Tomohon, yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Tomohon, Joice Taroreh, S.T., M.Si.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan dampak bencana, khususnya terkait rumah warga yang terdampak, sehingga proses penanganan dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., yang juga menjabat Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana; Kasdim 1302/Minahasa Mayor Inf. Dadan Sopian; serta jajaran Pemerintah Kota Tomohon.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui rapat koordinasi, evaluasi, dan sosialisasi ini, Pemerintah Kota Tomohon terus mendorong penanganan bencana yang terintegrasi, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan lingkungan, serta percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci untuk melewati masa tanggap darurat sekaligus membangun kesiapsiagaan yang lebih kuat menghadapi risiko bencana di Kota Tomohon. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */