Bolmut
Kemarau Panjang, Hutan BOLTARA Mulai Terbakar.Kepulan Asap Ganggu Pengguna Jalan Trans
Laode Akui Minim Armada, Ginoga No Respon

BOLTARA, mediakontras.com – Kebakaran hutan dan lahan Perkebunan mulai menghantam sebagian wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (BOLTARA). Rabu 29/7/2026.
Terpantau wartawan mediakontras.com, kebakaran terjadi di wilayah puncak komus, Binuanga, Saleo dan Bohabak. Alhasil kepulan asap kehitam hitaman yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut menutupi sebagian jalan di wilayah itu. Warga yang beraktivitas di ruas jalan trans ikut terganggu dengan kondisi tersebut, dimana jarak pandang menjadi pendek karena tertutupi asap yang tebal.
Menurut Warga sekitar, kebakaran sering terjadi beberapa minggu terakhir akibat pembakaran lahan perkebunan warga dan api yang belum jelas sumbernya.
“Kebakaran ini sudah sering terjadi hampir setiap minggu selama kemarau. Kami yang ada disini jelas terganggu dengan kepulan asap yang menutupi jalan,” keluh Ali yang mengaku sering melintas di wilayah itu.
Selain kebakaran lahan, warga juga mulai keluhkan kekurangan air dan lambatnya penangan pemerintah daerah mengatasi kekurangan air dan kebakaran lahan diwilayah BOLTARA.
“Asap mulai mengganggu para pengguna jalan trans kami takut kalau tidak ada penanganan pemerintah kebakaran akan lebih meluas dan asap akan mulai menebal menutupi jalan. Selain kebakaran kami juga mulai kesulitan air bersih memang beberapa waktu lalu sudah ada bantuan air bersih dari Pemerintah Daerah namun itu tidak dilakukan disemua tempat dan tidak dilakukan secara rutin diwilayah yang mengalami kekurangan air,” terang hamsa saat ditemui dilokasi kepulan asap puncak Komus kemarin.
Menurutnya api mulai meluas ke wilayah Perkebunan warga wilayah komus hingga komus 2.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan DAMKAR BOLTARA La Ode Osnawir Ojayana, S.Pd mengaku kekurangan armada pemadam kebakaran untuk membawahi luas wilayah BOLTARA. Meski begitu dia mengaku tetap eksis melakukan penanganan kebakaran menggunakan 1 armada DAMKAR.
“Penanganan tetap kami lakukan turun dilokasi – lokasi terjadi kebakaran namun memang kekurangan kami Adalah kurangnya armada DAMKAR,” terang Laode tadi.
Harapannya, kebakaran lahan dan kesiap siagaan menghadapi kebakaran tetap membutuhkan peran masyarakat untuk lebih berhati – hati utamanya membakar lahan perkebunan dan membuang api disembarang tempat sehingga menimbulkan kebakaran hutan.
“Armada kami sangat minim hanya 1 unit saja tentunya kesulitan untuk menangani luas wilayah BOLTARA harapan kami Adalah peran Masyarakat untuk mencegah terjadi kebakaran. insyaAllah kami juga sudah melakukan usulan penambahan 1 armada DAMKAR dan insyaAllah ini akan sangat membantu. Kami akan selalu bergandengan tangan dengan BPBD untuk melakukan penanganan maupun pencegahan,” janji Laode melalui telepon seluler.
Sayangnya Kepala BPBD BOLTARA Irma Ginoga, S.Pd, M.Si. belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi terkait kesiapan Pemerintah Daerah menghadapi kebakaran lahan dan kemarau panjang yang melanda hampir sebagian Indonesia termasuk BOLTARA di nomor whatsapp 08529****612 dalam keadaan aktif tapi tidak menjawab pesan meski sudah ada centang dua berwarna biru, sebagai tanda sudah dibaca penerima namun hingga berita diturunkan tidak memberikan respon apapun.














