Connect with us

Bolmut

Diduga Ada ‘Kongkalikong’ Antara Pemdes Buko Utara, Bank BSG dan Dinas PMD

Yarbo : Usulan Perubahan Specimen Sudah Diajukan Sejak 2024

Ismail Mobiliu

Published

pada

IMG 20260901 WA0007
Foto: Kantor Desa Buko Utara

BOLTARA ,mediakontras.com –  Perlahan namun pasti borok kenapa bisa bobolnya Kasda Pemerintah Desa Buko Utara Kecamatan Pinogaluman yang disinyalir dilakukan oleh Kepala Desa Ratna Hasani bersama Sekretaris dengan menggunakan specimen palsu bendahara, secara berulang ulang sejak 2024, mulai terkuak.

Informasi terbaru yang berhasil dihimpun, Sekretaris Desa  Buko Utara Sadam Yarbo mengaku kalau pihaknya sudah mengajukan pengusulan penggantian specimen tanda tangan bendahara karena sudah mengundurkan diri, tapi kenyataannya usulan tersebut tidak direspon oleh pihak Bank Sulut.

Malah, sesuai  pengakuan Sadam Yabo, pihak Bank Sulut Go justru hanya menyerahkan user dan password Aplikasi Kas Daerah (Kasda)  ke pihak Pemerintah Desa Buko Utara tanpa ada penggantian specimen tanda tangan bendahara.

Bahkan Sekdes  secara berulang ulang  kepadaa wartawan media ini menegaskan kalau pihaknya tahun 2024 sudah menyampaikan usulan pergantian specimen dan tanda tangan bendahara Pemdes Buko Utara.

Tapi, kenyataanya pihak BSG  hanya menyerahkan password serta user KASDA kepihaknya. Akun inilah yang mereka gunakan sampai sekarang untuk melakukan penarikan dana.

“Kami sudah usulkan pergantian specimen tanda tangan bendahara sejak tahun 2024 bahkan pihak BSG sudah menyerahkan user dan password KASDA pada kami sejak tahun 2024 Pemdes buko memiliki bukti itu dalam bentuk scener pdf,” tegas Yarbo, Senin (31/8/2026)

Disisi lain pengakuan yang disampaikan sekdes Buko Utara Sadam Yarbo sangat bertolak belakang dengan penjelasan dari pihak Bank BSG Cabang Boroko terkait persoalan tersebut, sehingg buntutnya mengundang kontoversi masyarakat.

Dimana, sebelumnya Pimpinan Cabang Bank BSG Boroko Stenly Manangka mengakui kalau pihaknya tidak mengetahui  kalau ada usulan pergantian specimen pada tahun 2024.

Menurut Stenly Manangka dalam keterangan yang disampaikan bahwa Kades dan mantan bendahara Buko Utara tidak pernah melaporkan secara tertulis atas pengunduran diri mantan bendahara Pemdes Buko Utara Dewi Fitri Runtuanik dan tidak pernah terjadi pergantian specimen untuk Pemdes Buko Utara.

“Tidak pernah ada pergantian specimen dan tanda tangan bendahara dari Pemdes Buko Utara. Mundurnya mantan bendahara juga tidak pernah disampaikan kepada pihak BSG secara tertulis dan kepada BSG mantan bendahara sudah mengakuinya bahkan untuk aplikasi KASDA dan paswordnya diserahkan ke pihak lain tanpa pemberitahuan kepada kami,” jelas Manangka beberapa waktu lalu.

Terangnya saja, sikap ‘saling lempar’ tanggung jawab ini langsung saja mematik kecurigaan dari masyarakat yang ujungnya-ujungnya memunculkan kecurigaan ada konspirasi jahat antara Pemdes , Bank BSG dan Dinas PMD.

Seperti yang dilontarkan oleh Muksin Umar, suami dari mantan bendahara Pemdes Buko Utara menduga konspirasi tersebut bisa saja terjadi dengan alasan, secara logika adalah hal yang tidak mungkin ada pergantian bendahara kemudian tidak diketahui pihak pemerintah kabupatan dalam hal ini Dinas PMD dan Bank BSG.

“Saling lempar argument dan pernyataan berbeda – beda justru kami menduga ini ada kompromi jahat dan sengaja mencairkan APBDes menggunakan specimen palsu hal yang mencurikan semua pihak tidak mengetahui kalau ada pergantian bendahara. Ini sudah berjalan hampir 2 tahun ,” kesal Muksin tadi.

Kepala Dinas PMD BOLTARA Rahmat Pontoh berdalih sudah memanggil Sekdes Buko Utara minggu kemarin untuk dilakukan konfirmasi terkait hal tersebut.

“Hasil sementara dia lagi mengumpul data yang dibutuhkan untuk konfirmasi selanjutnya sudah dijadwalkan hari kamis pekan ini,” singkatnya melalui pesan whatsap.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */