Connect with us

Sangihe

BPKPD Sangihe Go Digital, Pencairan SP2D Kini Cukup 1 Klik Lewat Integrasi SIPD-BSG

Anatasya Bella

Published

pada

6f2d1f5b 5795 485e 94da 1a5a22282974
Kepala BPKPD Sangihe, Cherry Wesselly Londo, ST, M.Ec.Dev

Sangihe, mediaKontras.com — Pemkab Kepulauan Sangihe mulai tinggalkan transaksi manual. Lewat BPKPD, pencairan dana daerah kini bisa dilakukan cukup 1 klik setelah sistem SIPD diintegrasikan dengan Bank SulutGo.

Kepala BPKPD Sangihe, Cherry Wesselly Londo, ST, M.Ec.Dev, menyampaikan hal itu pada Senin (03/08/2026). Integrasi ini menyasar proses penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana / SP2D agar lebih cepat dan akurat.

kata Londo, selama ini proses di internal Pemda sudah online. Namun saat masuk Bank SulutGo, data SP2D masih harus diketik ulang oleh petugas.

“Dengan integrasi ini rantainya kita putus. Bank tinggal terima notifikasi SP2D dari SIPD lalu langsung approval. Tidak ada lagi input manual yang makan waktu,” ujarnya.

Sistem baru ini juga untuk meminimalisir human error. Risiko salah input nominal, kurang bayar, hingga kelebihan transfer bisa dihindari karena data terbaca otomatis.

Uji coba perdana sukses dilakukan 31 Juli 2026. Hari ini sistem mulai diterapkan untuk pencairan gaji ASN.

Dokumen Cetak Tetap Ada untuk Audit Meski pencairan sudah online, OPD tidak perlu lagi mengantar berkas fisik ke bank. Cukup menunggu dana masuk rekening.

Namun dokumen SP2D cetak bertanda tangan masih tetap dibuat untuk arsip BSG, SKPD, BUD dan keperluan audit. Hal ini karena fitur tanda tangan digital di SIPD dari Kemendagri masih dalam tahap pengembangan.

“Kami berharap sistem ini konsisten jalan. Kemendagri juga terus menyempurnakan SIPD sejak 2022 agar pengelolaan keuangan daerah makin efektif,” tutup Londo. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */