Connect with us

Sangihe

Banjir dan Tanah Longsor Terjang Sangihe, Kecamatan Tamako Wilayah Paling Terdampak

Redaksi

Published

pada

752894208 2290478731749392 1841294510835326095 n

SANGIHE, mediakontras.com –  Cuaca buruk yang ditandai dengan curah hujan dengan itensitas tinggi , yang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Selasa (21/7/2026) sampai dengan Rabu (22/7/2026) memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Bencana alam tersebut menerjang wilayah pemukiman penduduk yang ada di Kecamatan Kepulauan Marore, Tamako, hingga Manganitu Selatan,  yang mengakibatkan puluhan rumah terdampak serta kerusakan pada fasilitas umum.

Dari beragam informasi yang didapat di lapangan, sesuai dengan laporan dari laporan Pelaksana Harian (Plh.) Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor, S.H., M.H., tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat kerusakan rumah warga dan bangunan pemerintah.

Di Kecamatan Kepulauan Marore, banjir menggenangi Kampung Marore dengan ketinggian air antara 10 hingga 30 sentimeter. Air merendam jalan dan pekarangan rumah warga, namun tidak sampai masuk ke dalam rumah sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang berarti.

Sementara itu, Kecamatan Tamako menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Di Kampung Lelipang, banjir mengakibatkan dua rumah mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian masing-masing sekitar Rp40 juta. Satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur dengan nilai kerugian sekitar Rp20 juta.

Di Kampung Binala, satu unit rumah mengalami rusak berat akibat banjir dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta. Selain itu, tanah longsor yang terjadi di kampung tersebut merusak sedikitnya tujuh rumah warga. Dua rumah dinas Puskesmas Siloam Tamako juga terdampak longsor dengan estimasi kerugian mencapai Rp200 juta.

Banjir juga merendam Kampung Pokol dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter dan menggenangi sekitar 60 rumah warga. Beruntung, genangan mulai surut pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 Wita.

Di Kecamatan Manganitu Selatan, kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi di Kampung Laine. Banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air yang sangat tinggi. Pada beberapa titik, air bahkan mencapai setinggi leher orang dewasa sehingga menyulitkan proses evakuasi dan aktivitas masyarakat.

Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, BPBD, TNI, serta instansi terkait langsung bergerak melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak, memantau kondisi di lapangan, dan menyiapkan langkah-langkah penanganan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan situasi di seluruh wilayah terdampak. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi dan berisiko memicu banjir maupun tanah longsor susulan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,” ujar AKBP Edwin Johanis Humokor.

Pemerintah juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan lereng perbukitan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila curah hujan kembali meningkat, guna menghindari risiko bencana susulan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */