Connect with us

Berita

Harga Cabai Terus Naik, Gubernur Minta Amankan Pasokan di Sulut‎

Published

pada

2026 09 08 00 09 40 IMG 4537


‎Manado. Mediakontras.com – Harga cabai di sejumlah pasar Sulawesi Utara (Sulut) mulai merangkak naik. Saat ini harga cabai  dmenyentuh Rp180 ribu per kilogram dan diperkirakan masih berpotensi meningkat hingga Desember 2026 atau musim El nino.

Hal ini tentunya sangat berpengaruh bagi masyarakat di Sulut, yang notabene pengkonsumsi cabai dan menjadi salah satu kebutuhan bahan makanan di tengah masyarakat.

‎Kondisi tersebut mendapat perhatian serius Gubernur Sulut,  Yulius Selvanus selaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, untuk menyiapkan langkah antisipasi agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.

‎Topik ini terkuak setelah Gubernur Yulius mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado pada Senin (07/09/2026).

‎Gubernur pun meminta seluruh perangkat daerah terkait, bersama pemerintah kabupaten dan kota bergerak cepat mengamankan produksi serta pasokan cabai.

‎Menurutnya, cabai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang pergerakan harganya dapat memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.

‎Terlebih, ancaman fenomena El Nino berpotensi memengaruhi sektor pertanian. Perubahan pola cuaca dan berkurangnya ketersediaan air dapat mengganggu produktivitas petani sekaligus menekan pasokan pangan ke pasar.

‎“Kita harus mengantisipasi sejak dini dampak perubahan cuaca dan El Nino terhadap produksi pangan. Jangan sampai gangguan produksi dan distribusi menyebabkan pasokan berkurang dan harga meningkat sehingga membebani masyarakat,” tutur Yulius.

‎Gubernur pun juga  meminta dilakukan pemetaan produksi dan ketersediaan cabai di seluruh wilayah Sulut, terutama daerah-daerah yang menjadi sentra produksi.

‎Tak hanya produksi, jalur distribusi juga diminta mendapat perhatian. Pemerintah harus memastikan cabai dari sentra pertanian dapat bergerak lancar menuju pasar dan daerah konsumen.

‎Yulius menegaskan, pemerintah tidak boleh menunggu sampai harga melonjak tinggi baru mengambil tindakan.

‎Jika hasil pemetaan menunjukkan produksi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah diminta segera membuka akses pasokan dari luar daerah.

‎“Apabila produksi dan pasokan lokal tidak mencukupi, kita harus segera membuka akses pasokan dari daerah lain. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

‎Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Pemprov Sulut. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan AP M.Si, mengatakan koordinasi pengendalian harga akan diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak.

‎Mulai dari perangkat daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani hingga pelaku distribusi akan dilibatkan.

‎“Tidak menunggu sampai gejolak harga semakin tinggi. Produksi lokal harus diamankan, distribusi harus lancar, dan apabila diperlukan, pasokan tambahan dari luar daerah harus segera difasilitasi untuk menjaga stabilitas harga,” kata Ringkuangan.

‎Ia menegaskan, pengendalian harga cabai tidak bisa hanya dilakukan ketika harga sudah melonjak. Pemerintah harus melakukan langkah pencegahan dari hulu hingga hilir.

‎Produksi, stok, distribusi dan potensi gangguan akibat perubahan iklim harus dipetakan sejak awal.

‎Pemprov Sulut juga akan memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan berbagai komoditas pangan strategis secara berkelanjutan.

‎Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, petani, pelaku usaha, distributor hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan.

‎Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah dampak El Nino berkembang menjadi persoalan baru, terutama jika gangguan produksi berujung pada kelangkaan pasokan dan lonjakan harga.

‎Bagi Pemprov Sulut, pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka statistik. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */