Connect with us

Religi

Seni mengalahkan kejahatan

Redaksi

Published

pada

58a3ec47 03ad 4521 89d8 e859970bc015

Nats Alkitab : Efesus 4:32

Pdt Lucy Abe Gerret STh

Saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan, Di alam liar, burung elang adalah penguasa langit yang gagah. Namun, ada satu burung kecil bernama burung gagak yang sering kali berani mengganggu elang. Gagak akan hinggap di atas punggung elang dan mematuki lehernya.

Secara logika, elang yang jauh lebih kuat bisa saja berbalik, menggunakan cakarnya yang tajam, dan bertarung habis-habisan untuk membalas dendam demi harga dirinya. Namun, elang tidak melakukan itu.

Elang memilih tindakan yang bertolak belakang dengan insting balas dendam: ia hanya membuka sayapnya lebar-lebar dan terbang naik setinggi mungkin ke langit. Semakin tinggi elang terbang, semakin tipis oksigen di udara.

Burung gagak yang tidak tahan dengan ketinggian tersebut akhirnya lemas, kehilangan napas, dan jatuh dengan sendirinya tanpa perlu diserang. Elang tidak membuang energinya untuk bertarung dengan pengganggu; ia mengalahkannya dengan cara naik lebih tinggi.

Saudara-saudara, adakah  “gagak-gagak” dalam hidupmu? Jikalau ada  orang-orang yang hadir untuk sengaja mengganggu, memfitnah, atau ingin menghancurkan kita.  ingat, jangan pernah membalas dendam dengan cara yang sama kotornya.

Tetapi, mari belajar untuk melepaskan pengampunan sebagaimana Firman Tuhan hari ini yakni Efesus 4:32. Oleh Firman ini kita dituntun untuk melepaskan pengampunan secara tulus tanpa syarat, karena kita telah lebih dahulu menerima pengampunan yang tak terbatas dari Allah melalui Kristus. Saudaraku, Mengampuni bukanlah tanda kelemahan, melainkan keputusan sadar untuk menaikkan level rohani kita tinggi-tinggi, melampaui kejahatan orang lain, sehingga musuh tidak lagi memiliki kuasa untuk melukai hati kita.

Saudaraku, siapakah yang menyangkal bahwa dalam hidup sehari-hari, ia tidak pernah disakiti. Dalam hidup ini mungkin, ada yang pernah mengalami, bertemu dengan orang yang tega menyebar gosip jelek tentang kita untuk melakukan pembunuhan karakter, mungkin pula ada teman kerja yang menusuk dari belakang demi naik jabatan, atau bahkan ada yang ditipu oleh orang yang kita percaya.

Kita pasti kecewa dan terluka, namun seperti apa pun situasi atau jahatnya perbuatan orang lain kepada kita, kita harus fokus untuk mengampuni. Jangan mengotori hati kita dengan ikut-ikutan berbuat jahat atau membalas makian mereka.

Menyimpan dendam, sama saja kita sedang minum racun tapi berharap orang lain yang mati. Jadi, fokuslah untuk mengampuni. Lepaskan semua rasa sakit itu dan menyerahkannya kepada Tuhan. Mengampuni itu bukan berarti kita kalah, tapi kita memilih untuk merdeka dan bahagia.

Saudara, Nelson Mandela, seorang pemimpin besar yang disiksa dipenjara selama 27 tahun, tapi memilih untuk mengampuni semua musuhnya ketika bebas pernah berkata : “Saat saya berjalan keluar dari pintu penjara menuju kebebasan, saya tahu kalau saya tidak meninggalkan rasa benci dan dendam saya di dalam sana, maka seumur hidup saya akan tetap merasa seperti orang yang terpenjara.

Pengampunan membebaskan jiwa.” Mari belajar untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Nikmati kelegaan ketika engkau mengampuni. Amin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */