Connect with us

Artikel

Jangan Salah “Klik”!

Redaksi

Published

pada

ok 1

Nats Alkitab : Yosua 24:1-28

Pdt Lucy Abe Gerret

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan,

Pada tahun 1999, ada sebuah kisah yang sangat terkenal di dunia teknologi. Sebuah perusahaan modal ventura besar bernama Excite mendapat tawaran emas.

Seorang pemuda datang membawa sebuah mesin pencari internet baru yang ia ciptakan bersama temannya. Pemuda ini menawarkan ciptaannya itu dengan harga 1 juta dolar AS.

CEO Excite menolak. Si pemuda tidak menyerah, ia menurunkan harganya menjadi 750.000 dolar AS saja asal mesin pencari itu mau dibeli. Namun, sang CEO kembali menggelengkan kepala dan berkata, “Tidak, teknologi ini tidak memiliki masa depan.”

Anda tahu siapa pemuda itu? Ia adalah Larry Page dan mesin pencari yang ditolaknya itu bernama Google . Hari ini, Google bernilai ribuan triliun rupiah, sementara perusahaan Excite yang salah memilih itu akhirnya bangkrut dan terlupakan oleh sejarah.

Saudara, Hidup adalah Kumpulan Pilihan dan hidup kita ditentukan oleh pilihan-pilihan kita. Jangan sampai kita salah memilih!

Salah memilih obat, bukannya sembuh, penyakit kita malah bisa bertambah parah.

Salah memilih makanan, niatnya memanjakan lidah, besok paginya kolesterol langsung naik.

Salah memilih investasi, uang tabungan puluhan tahun bisa amblas dalam semalam.

Salah memilih pasangan hidup, niatnya mau membangun istana yang indah, bisa berubah menjadi medan perang penuh air mata seumur hidup.

Semua kesalahan memilih di atas memang berdampak besar bagi hidup kita di dunia. Namun, jangan sampai kita melakukan kesalahan memilih yang paling fatal, yaitu salah memilih iman dan arah rohani keluarga kita. Dampaknya bukan cuma di dunia, tetapi sampai ke kekekalan.

Mari melihat firman Tuhan saat ini dalam Yosua 24:1-18. Yosua saat itu sudah tua dan mendekati ajalnya. Sebagai pemimpin yang bijaksana, ia mengumpulkan seluruh suku Israel di Sikhem untuk sebuah pertemuan penting. Yosua tidak ingin mereka menjadi bangsa yang suam-suam kuku.

Ia mengingatkan kembali bagaimana Tuhan telah menyertai mereka: mulai dari memanggil Abraham, membebaskan mereka dari perbudakan Mesir dengan kedahsyatan-Nya, hingga memberikan mereka tanah kanaan yang berlimpah susu dan madunya.

Setelah memaparkan kebaikan Tuhan, Yosua kemudian meminta Israel untuk memilih secara tegas. Ia berkata: “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini?” (Yosua 24:15a).

Yosua tahu, bangsa Israel mulai tergoda oleh budaya dan ilah-ilah di sekitar mereka. Mereka ingin menikmati berkat Tuhan, tetapi juga ingin mencicipi penyembahan berhala dunia. Di tengah kebimbangan bangsa itu, Yosua berdiri dengan radikal dan mengambil keputusan kokoh untuk diri dan keluarganya: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15b).

Yosua memosisikan dirinya sebagai imam di dalam rumah tangga. Ia tidak membiarkan keluarganya hanyut oleh arus mayoritas. Pilihan Yosua adalah pilihan iman yang sadar, berkomitmen, dan tidak bisa ditawar-tawar.

Saudara, Hari ini, tantangan yang sama gaungnya sampai ke telinga kita. Kita mungkin tidak lagi melihat berhala berbentuk patung batu atau kayu di rumah kita. Namun, berhala modern sering kali jauh lebih memikat.

Uang, jabatan, popularitas, kecanduan gadget, hingga kesenangan duniawi yang membuat kita lupa beribadah, lupa pada Tuhan — itulah berhala kita hari ini. Saat ini, Mari kita renungkan Firman ini. Jangan sampai salah klik pilihan hidupmu.

Memilih berhala dunia, mungkin akan ada kesenangan. Namun akibatnya adalah kehampaan jiwa, keluarga yang kering secara rohani, keretakan hubungan, dan pada akhirnya kebinasaan kekal yang jauh dari hadirat Allah.

Tetapi ketika kita memilih Tuhan, ada jaminan yang pasti. Hidup kita mungkin tidak luput dari badai, tetapi memilih Tuhan akan mendatangkan damai sejahtera yang melampaui akal, pemulihan hubungan keluarga, kekuatan di masa sukar, dan mahkota kehidupan kekal.

Saudara, Dunia boleh menawarkan kemilau yang sementara, tetapi hanya Tuhan yang memberikan terang untuk kekekalan. Hari ini, apa pun keputusan orang-orang di sekitarmu, pastikan hatimu dan rumahmu bergema: Aku dan seisi rumahku, kami akan tetap setia menyembah Tuhan.” Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */