Religi
Bersyukur Dalam Segala Hal

Nats Alkitab: 1 Tesalonika 5:18
Pdt Lucy Abe Gerret STh
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Suatu hari, seorang pria mengeluh melihat sepatu yang dia pakai tiba-tiba solnya lean dijalan. Dia protes, “Tuhan, kenapa hidupku susah sekali?” Berusaha berjalan dengan sol sepatu yang terbuka dan hati yang menggerutu sepanjang jalan, akhirnya dia Sampai juga di halte bus.
Disana dia melihat seorang pria lain duduk di kursi roda sedang tersenyum ramah kearahnya. Saat melihat ke bawah, pria itu tertegun: orang di kursi roda tersebut tidak memiliki kedua kaki. Seketika dia sadar betapa egoisnya dia ini. Untuk sol sepatu yang lepas dia uring-uringan, tetapi untuk hidup yang tidak memiliki dua kaki seorang pria lain mampu tersenyum.
Saudara, kita sering kali persis seperti pria tadi. Kita begitu sibuk meratapi apa yang tidak kita miliki, sampai kita buta terhadap apa yang kita miliki.
Paulus berkata dalam 1 Tesalonika 5:18: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Paulus menulis ini bukan dalam keadaan baik dan penuh sukacita, tetapi ia menulisnya justru dari balik dinginnya penjara.
Dalam tulisannya dan dalam tingkah lakunya, Paulus menegaskan untuk tetap bersyukur saat keadaan baik maupun keadaan sukit. Ia menggunakan frasa “dalam segala hal”, yang dalam bahasa Yunani menggunakan kata En panti . Apa maksud kata ini? Paulus tidak berkata en agathois (hanya dalam hal baik). En panti berarti ucapan syukur yang mutlak dan tidak bersyarat. Dalam keadaan sehat maupun sakit, saat kelimpahan maupun kekurangan, tidak ada pengecualian untuk berhenti bersyukur.
Bukan berarti kita bersyukur karena hal buruk itu terjadi (seperti ditipu atau sakit), tetapi kita bersyukur, karena kita tahu kasih karunia Allah tidak pernah berubah. Baik keadaan senang ataupun susah Tuhan selalu ada dan setia. Dalam situasi apapun kita percaya Dia memegang kendali seluruh kehidupan kita. Itulah alasan mengapa kita harus bersyukur dalam segala hal.
Sehingga saudara dalam hidup kita, mari belajar untuk memaknai hidup dalam ucapan syukur. Tidak hanya saat kita bisa makan enak atau isi rekening aman, tetapi juga kita bersyukur saat tagihan menumpuk atau rencana berantakan. Jika hanya bersyukur dalam suka, itu reaksi alami semua orang. Bersyukur dalam susah, itulah iman murid Kristus.
Tetapipun saudaraku, sebagai murid Kristus, kita juga diingatkan untuk tidak lupa bersyukur saat doa sudah dikabulkan. Karena sesungguhnya ada banyak orang juga yang melakukan hal sebaliknya. Ketika susah sibuk mencari Tuhan tapi ketika doa dikabulkan ucapan syukur diabaikan.
Ada sebuah cerita tentang seorang pria yang panik mencari tempat parkir untuk rapat penting. Karena parkiran penuh, dia berdoa, berkeluh kesah dihadapan Tuhan “Tuhan, tolong saya. Rapat ini penting bagi pekerjaan saya. Saya bergantung pada keberhasilan rapat ini. Kalau Engkau beri satu tempat parkir sekarang, saya janji akan rajin ke gereja dan setia beribadah”. Tepat setelah kata “Amin”, tiba-tiba sebuah mobil di depannya keluar. Pria itu langsung tersenyum, menginjak gas, lalu melihat ke langit dan berkata, “Oh, tidak apa-apa Tuhan, tidak usah repot-repot lagi. Ini kebetulan ada yang keluar sendiri!”
Saudara, semoga kita bukan orang-orang yang saat susah mengemis, tetapi saat diberkati kita menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Bersyukurlah dalam segala hal. Tuhan memberkati kita. Amin












