Connect with us

Manado

Menjaga Pesisir, Merawat Masa Depan Bunaken

Kapolda Sulut bersama Bhayangkari dan Wali Kota Manado tanam mangrove

Reky Simboh

Published

pada

857130172 122266438238272704 1611925968964302014 n
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M.,

MANADO,mediakontras.com — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan tidak cukup berhenti pada imbauan. Dibutuhkan langkah nyata, konsistensi, dan keterlibatan bersama untuk memastikan alam tetap terjaga. Semangat inilah yang diwujudkan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Utara Ny. Shinta Yudo dan Wali Kota Manado Andrei Angouw melalui aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Pulau Bunaken, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Sulut, Kapolresta Manado, serta Pengurus Daerah Bhayangkari ini menjadi bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Lebih dari sekadar kegiatan penghijauan, aksi tersebut membawa pesan penting tentang perlunya keseimbangan antara perlindungan alam dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Bunaken dikenal sebagai salah satu kebanggaan Sulawesi Utara dengan pesona bawah laut, terumbu karang, dan kekayaan biota lautnya. Keindahan tersebut bukan hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga merupakan aset lingkungan yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Mangrove, Benteng Alami Kawasan Pesisir

Di balik rimbunnya vegetasi pesisir, mangrove menyimpan peran ekologis yang sangat penting. Akar-akarnya membantu meredam energi gelombang, mengurangi risiko abrasi, serta menyediakan habitat dan tempat pembesaran bagi berbagai organisme laut. Ekosistem ini juga berkontribusi terhadap penyimpanan karbon dan mendukung keseimbangan lingkungan pesisir.

Bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada laut, keberadaan mangrove memiliki nilai lebih dari sekadar penghijauan. Mangrove menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sumber daya alam yang menopang kehidupan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah nyata untuk melindungi wilayah pesisir sekaligus mendukung keberlangsungan pariwisata bahari di Sulawesi Utara.

“Karena di Sulawesi Utara ini terkenal dengan wisata airnya untuk spot diving. Oleh karena itu, saya dan jajaran melakukan penanaman mangrove di Pulau Bunaken,” ujar Yudo Hermanto.

Ia berharap bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Upaya tersebut diharapkan turut menjaga kelestarian dan keindahan Pulau Bunaken agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Pesan yang disampaikan Kapolda menegaskan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Kelestarian lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan membutuhkan kesadaran seluruh elemen masyarakat.

Pariwisata Bahari Bergantung pada Alam yang Terjaga

Dukungan terhadap pelestarian mangrove juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Manado Andrei Angouw. Menurutnya, perlindungan kawasan pesisir memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan industri pariwisata, terutama wisata alam yang menjadi salah satu daya tarik utama Sulawesi Utara.

“Pertama kan mangrove ini kita tanam untuk melindungi pesisir. Dan juga untuk mensupport industri pariwisata kita, terutama industri pariwisata alam, jualan kita itu coral-nya, diving-nya,” ungkap Andrei.

Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan memelihara dan merawat mangrove yang telah ditanam. Menurutnya, kelestarian alam merupakan modal penting bagi keberlangsungan pariwisata Manado, khususnya Bunaken yang memiliki daya tarik bawah laut.

Andrei juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulawesi Utara beserta jajaran, termasuk unsur kepolisian yang terlibat, atas kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove tersebut.

Ajakan ini menjadi pengingat bahwa potensi pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan yang mendukungnya. Terumbu karang yang sehat, perairan yang terjaga, dan ekosistem pesisir yang lestari merupakan bagian penting dari pengalaman wisata bahari yang menjadi kebanggaan daerah.

Menanam Hari Ini, Merawat untuk Masa Depan

Aksi penanaman mangrove di Bunaken memperlihatkan bahwa kolaborasi antarlembaga dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian lingkungan yang lebih luas. Keterlibatan unsur kepolisian, Bhayangkari, dan pemerintah kota juga membawa pesan bahwa pelestarian alam merupakan kepentingan bersama yang melampaui batas institusi.

Namun, keberhasilan gerakan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam. Perawatan setelah penanaman, pemantauan pertumbuhan, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar mangrove dapat tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal.

Karena itu, semangat yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan berlanjut menjadi kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat pesisir, pelaku usaha pariwisata, wisatawan, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran dalam memastikan kawasan Bunaken tetap lestari.

Bunaken bukan sekadar destinasi wisata. Kawasan ini merupakan kekayaan alam yang menyimpan nilai ekologis, sosial, dan ekonomi bagi Sulawesi Utara. Menjaganya berarti melindungi kehidupan laut, mendukung kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempertahankan daya tarik pariwisata untuk masa depan.

Menanam mangrove hari ini adalah langkah awal. Merawatnya hingga tumbuh adalah komitmen. Sebab, pesisir yang terjaga bukan hanya warisan bagi generasi mendatang, melainkan titipan yang harus dirawat bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */