Connect with us

Religi

Nyalakan Pelita, Langkah Terjaga

Redaksi

Published

pada

IMG 20260818 WA0038

Nats Alkitab : Mazmur 119:105

Pdt Lucy Abe Gerret

Syalom, saudara-saudari yang dikasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Di sebuah desa nelayan tua, hidup seorang ibu yang setiap malam setia menyalakan pelita minyak kecil di jendelanya yang menghadap ke laut lepas.

Banyak orang menganggapnya sia-sia, karena cahaya sekecil itu tidak akan mampu menerangi lautan yang luas dan gelap gulita.

Namun suatu malam, badai besar mengamuk. Sebuah kapal nelayan kehilangan arah di tengah ombak raksasa. Kompas mereka rusak, dan para nelayan di dalamnya sudah bersiap menghadapi kematian dalam kegelapan total.

Tiba-tiba, sang kapten melihat seberkas titik cahaya kecil yang berkedip di kejauhan—itulah pelita dari jendela rumah sang ibu. Berpatokan pada satu cahaya kecil itulah, kapal mereka berhasil meraba jalan menembus badai dan menepi dengan selamat.
Seisi kapal selamat hanya dengan melihat sebuah pelita.

Saudara, Hidup kita ini bagaikan lautan luas yang penuh ketidakpastian, dan kita sangat membutuhkan pelita, seperti kapal nelayan tadi agar tidak menabrak karang kehancuran.

Pemazmur dalam bacaan ini, menyatakan bahwa Firman Tuhan adalah pelita yang kita butuhkan untuk menuntun kita selamat sampai tujuan.

Pelita ini tidak boleh dinyalakan sekali-kali tapi harus terus dinyalakan, karena perjalanan kita di dunia gelap dan butuh tuntunan.

Kata “pelita” di ayat ini menggunakan kata Ibrani “Ner”.

Pada zaman kuno, Ner adalah sebuah wadah tanah liat kecil berisi minyak zaitun dengan sumbu di ujungnya.

Pelita ini tidak didesain untuk menerangi seluruh kota atau jalan raya yang panjang. Daya pancarnya sangat terbatas, hanya cukup untuk menerangi satu langkah kaki ke depan di tengah kegelapan malam.

Saudara, bukankah Tuhan sering kali tidak langsung menunjukkan seluruh peta masa depan kita secara instan? Karenanya, Firman-Nya harus menjadi pelita yang terus menerus dinyalakan untuk menuntun kita langkah demi langkah.

Hari ini kita membaca, hari ini kita dituntun untuk melangkah dengan benar. Besok kita merenungkan, besok kita diberikan hikmat baru.

Saudara, adakah saat ini kita sementara mengeluh bahwa hidup kita begitu gelap, kita bingung mengambil keputusan, dan salah melangkah, padahal di rumah kita ada Firman Tuhan – Alkitab.

Alkitab hari ini sering kali tergeletak berdebu di rak buku, tersimpan di laci, atau sekadar menjadi aplikasi di ponsel yang tenggelam oleh notifikasi media sosial.

Kita memiliki kompas pencari jalan, tetapi memilih meraba-raba dalam kegelapan.

Saat ini, Mari nyalakan pelita itu dalam hidup kita! Jangan biarkan Alkitab menjadi hiasan semata. Mari kita belajar untuk membacanya setiap hari.
Biarkan firman itu berbicara dan menuntun tindakan kita sepanjang hari.

Charles Spurgeon berkata :
“Alkitab yang mulai usang karena sering dibaca, biasanya dimiliki oleh orang yang hidupnya tidak mudah usang oleh kerasnya dunia.”

Ketika kita mengizinkan firman Tuhan menjadi pelita yang aktif, langkah kaki kita mungkin menghadapi tantangan, tetapi jalannya pasti aman karena dituntun oleh Terang yang sejati. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */