Tomohon
Sempat Diserang Rasa Takut, Ginni Sukses Jalankan Tugas Negara Pembawa Baki Paskibraka

TOMOHON,mediakontras.com – Kekuatan pikiran sangat mempengaruhi langkah hidup seseorang. Jika saja, Ginni mengikuti ketakutan di pikirannya bahwa ia tidak akan bisa, maka dapat dipastikan langkahnya akan terhenti.
Namun, ketangguhannya berhasil mengatasi rasa takut akan suatu ketidakmampuan. Pemilik nama lengkap, Ginnifer Ginni Haba ini, sukses menjalankan tugas negara sebagai Anggota Paskibraka pada Upacara Penaikan Bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tomohon.
Sebagai pembawa baki, Ginni harus menaiki tangga tribun utama, dan menerima bendera merah putih dari tangan Inspektur Upacara yakni Walikota Tomohon Caroll JA Senduk SH. Sesudah itu, Ginni, harus menuruni tangga dan bergabung Kembali dengan pasukan Merah-Putih.

Ginni berhasil menunjukkan prestasi membanggakan sebagai pembawa baki bendera merah-putih Paskibraka Kota Tomohon Tahun 2026.
“Saya sangat bersyukur karena Tuhan masih mampukan saya dan diberikan kesempatan untuk membawa baki,” tutur Ginni.
Apalagi, bagi bungsu dari dua bersaudara ini, membawa baki adalah tanggungjawab yang sangat besar.
“Dan sebelumnya saya sempat merasa takut karena sudah berpikir tidak bisa, namun ternyata hari ini Tuhan mampukan saya untuk menjalani tanggungjawab ini,” kata pelajar Kelas 11 SMA Lentera Harapan Tomohon ini,
Meskipun dalam keberhasilan, Ginni tetap rendah hati. Adik dari Deswita Veliciana ini mengakui, keberhasilannya adalah tak lepas dari peran aktif, support dan motivasi serta doa dari kedua orang tuanya, Gherald Yefta Haba dan Meidy Artha Telaumbanua.
“Tugas hari ini dipersembahkan untuk negara, dan untuk orangtua saya, dan kakak-kakak instruktur yang sudah melatih saya selama ini,” kata Ginni, sebagaimana diutarakannya dalam video yang beredar saat menjawab pertanyaan wartawan.
Rasa bahagia atas keberhasilan Ginni menjalankan tugas negara, juga dirasakan orangtua. “Sebagai orangtua, kami sangat mendukung Ginni, karena ini adalah tugas negara. Dan kami selalu berdoa agar Ginni dapat menjalankan tugas sebaik mungkin, dan memberikan semua kemampuan terbaiknya,” tutur Meidy, ibu dari Ginni, yang sehari-harinya bertugas sebagai seorang guru.
Menjawab pertanyaan wartawan, Meidy mengungkapkan keseharian Ginni dalam keluarga. “Ginni adalah anak yang dengar-dengaran, dan dia tipikal anak yang tidak mudah menyerah,” ungkap Meidy yang dikenal juga sebagai singer, dan coach paduan suara.
Ia berharap ke depan, Ginni akan menjadi motivasi dan inspirasi bagi pelajar-pelajar lainnya untuk terus menggali potensi yang ada dalam diri mereka, serta mengembangkan kemampuan di masa muda sebagai bekal pengalaman untuk masa depan.(*)
















