Connect with us

Artikel

Bebas dari Dosa, Diikat oleh Kasih! Merdeka !!!

Redaksi

Published

pada

ok

Nats Alkitab : Galatia 5 : 13

Pdt Lucy Abe Gerret, STh

Syalom, saudara-saudari yang dikasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Bagi Anda pencinta film, tentu tahu film musikal legendaris Les Misérables yang sukses memenangkan 3 Piala Oscar pada tahun 2013. Cerita ini sebenarnya diangkat dari novel klasik karya Victor Hugo tahun 1862 yang menampilkan tokoh utama bernama Jean Valjean.

Jean Valjean dipenjara selama 19 tahun hanya karena mencuri sepotong roti demi keponakannya yang kelaparan. Ketika masa hukumannya selesai, pintu penjara dibuka dan ia dinyatakan sebagai orang merdeka.

Namun, apa yang terjadi di malam pertama kebebasannya? Karena jiwanya dipenuhi dendam dan trauma, mentalnya ternyata masih terpenjara. Malam itu, ia ditampung oleh seorang Uskup yang baik hati. Bukannya bersyukur, Valjean justru melakukan kejahatan yang lebih besar: ia merampok seluruh peralatan perak milik Uskup yang telah menolongnya beruntung bagi Valjean, sang Uskup membebaskannya dari polisi dan memberi kasih dan kesempatan kedua.

Saudara, Kisah Jean Valjean di awal kebebasannya mencerminkan realitas rohani kita saat ini. Ada banyak orang yang berpikir bahwa kemerdekaan yang sudah diterima di dalam Yesus berarti kita bisa bebas dan sesuka hati melakukan apa yang kita mau. Benarkah anugerah Tuhan yang diberikanNya adalah izin untuk hidup tanpa aturan.

Rasul Paulus sangat jelas dan tegas dalam meluruskan hal ini. Rasul Paulus menegaskan bahwa Kemerdekaan Bukan Kebebasan Liar, dan Bukanlah pula menjadi Izin untuk Berdosa. Merdeka dalam Kristus bukan berarti kita bebas menuruti hawa nafsu, ego, atau keserakahan kita.

Jika kita menggunakan kebebasan untuk berbuat dosa dan merugikan orang lain, kita sebenarnya bukan orang merdeka, tetapi budak dari dosa. Paulus menyatakan bahwa kemerdekaan dan kebebasan yang diberikan agar kita memiliki kemampuan untuk menjadi hamba bagi sesama melalui kasih.

Kemerdekaan sejati adalah ketika diri kita bebas dari belenggu keegoisan, sehingga seluruh hidup kita bisa dipakai untuk mengasihi, menolong, dan membangun orang lain. Inilah intisari kemerdekaan bagi orang percaya.

Sehingga, sebagai orang percaya kita diajak dan dituntun untuk belajar memahami kemerdekaan yang sejati bagi kita, teristimewa di momen HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Sebagai warga kerajaan Allah yang hidup sebagai warga negara Indonesia, kita dipanggil untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan mentalitas orang merdeka, bukan mentalitas yang egois.

Isilah momen HUT RI ke-81 ini dengan dedikasi nyata. Di tempat kerja, di sekolah, dan di masyarakat, tunjukkan karakter Kristus dengan cara bekerja secara jujur, menolak kecurangan, merawat toleransi, dan aktif menolong sesama yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan.

Saudara, mari kita ambil komitmen yang sama bahwa kita telah diberi kemerdekaan rohani oleh Kristus dan kemerdekaan fisik melalui bangsa ini yang kini berusia 81 tahun. Jangan biarkan perayaan ini berlalu sebagai rutinitas tahunan yang semu. Mari merdeka dari dosa, merdeka dari keegoisan, dan merdekalah untuk saling melayani di dalam kasih! Tuhan Yesus memberkati. Merdeka !! Amin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */