Connect with us

Berita

‎YSK Ungkap Pertanian Pilar Utama Pembangunan dan Perekonomian di Sulut

Published

pada

yulius selvanus penyuluh pertanian sulut 2026

Manado. Mediakontras. com – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah Pembangunan Pertanian dan Apel Siaga Penyuluh Pertanian Se-Provinsi Sulawesi Utara di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (20/08/2026).

‎Gubernur menyampaikan, sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah dan tulang punggung perekonomian Sulut. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Sulut y-on-y Triwulan II 2026 tercatat 5,42%. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap PDRB dengan kontribusi 0,94.

‎Kabar baik juga datang dari petani. Nilai Tukar Petani NTP Sulut pada Agustus 2026 berada di angka 129,56. Artinya daya beli petani meningkat karena pendapatan lebih tinggi dari pengeluaran.

‎“Di balik angka-angka tersebut, ada keringat para penyuluh pertanian dalam mendampingi petani yang saat ini di bawah koordinasi BRMP Sulawesi Utara. Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Sulut, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Gubernur.

‎Gubernur menekankan 4 peran strategis penyuluh ke depan:

  1. ‎Penggerak Inovasi: mengenalkan teknologi baru seperti drone semprot, alsintan, dan pupuk organik.
  2. ‎Pendamping Hilirisasi: mendampingi kelompok tani tidak hanya sampai panen tetapi sampai jual.
  3. ‎Penjaga Data: menjadi mata dan telinga pemerintah dengan melaporkan real-time luas tanam, luas panen, puso, harga, dan kendala.
  4. Gubernur juga menyoroti dampak El Niño ekstrem yang melanda Sulut sejak akhir Mei hingga Agustus 2026. Sebanyak 8 daerah mengalami Hari Tanpa Hujan HTH panjang yang memicu status siaga kekeringan. Dampak berantai yang terjadi meliputi kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gagal panen massal, lonjakan kasus ISPA, hingga inflasi karena kelangkaan komoditas pangan lokal.

    ‎Untuk mengantisipasi, Gubernur meminta dilakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi pengelolaan air, percepatan tanam dengan varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam, serta peningkatan koordinasi.

    ‎“Kita ingin membangun pertanian yang tidak hanya menghasilkan lebih banyak, tetapi juga menghasilkan petani yang lebih sejahtera. Pertanian harus modern, produktif, menguntungkan, dan membanggakan,” katanya.

    ‎Acara ditutup dengan yel-yel komando. Saat Gubernur menyebut “PEMBANGUNAN PERTANIAN”, seluruh penyuluh menjawab serentak “SATU KOMANDO, PETARUNG!”

    ‎Rakerda ini dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian, Forkopimda Sulut, Bupati/Walikota se-Sulut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi, BRMP Sulut, BWS Sulawesi I, Perum Bulog Kanwil Sulutgo, BPS Sulut, serta para penyuluh pertanian se-Sulawesi Utara. (*)
  5. ‎Pemersatu: merangkul petani milenial, perempuan tani, dan menguatkan Gapoktan sebagai korporasi petani yang punya daya tawar.

    ‎“Jika petani sejahtera maka Sulawesi Utara sejahtera. Dekatlah dengan petani, dengar keluhannya, bantu carikan solusinya,” tegasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */