Connect with us

Bitung

Jangan Lewatkan! 56 Fighter Siap Bertarung di Bitung Besok, Sabuk Tekken Combat Jadi Taruhan

Steven Michael Tumuyu

Published

pada

IMG20260821155646

BITUNG, Mediakintras.com – Jangan lewatkan aksi para fighter dalam ajang Tekken Combat yang akan digelar di GOR, Stadion Dua Saudara, Kota Bitung, Sabtu (22/8/2026).

Sebanyak 56 fighter dari Sulawesi Utara dan Gorontalo akan turun dalam 28 partai.

Sejumlah fighter asal Kota Bitung juga ambil bagian dan siap menunjukkan kemampuan di hadapan publik sendiri.

Persiapan terakhir untuk ajang tersebut dimatangkan dalam pertemuan yang digelar di Caffee Kangen, Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan teknis pertandingan yang akan berlangsung sehari setelahnya, termasuk kesiapan fighter, perangkat pertandingan, keamanan dan tim medis.

Promotor Tekken Combat, Billy Pasulatan, mengatakan event ini tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari pemenang. Ia ingin menjadikan Tekken Combat sebagai wadah untuk menjaring bibit-bibit baru dari Sulawesi Utara.

“Visi dan misi saya membuat event ini, pertama saya ingin menjaring bibit-bibit baru dari Sulawesi Utara. Saya berasal dari Sulawesi Utara, jadi saya harus memajukan Sulawesi Utara lewat bibit-bibit baru yang nantinya menjadi juara di masa mendatang,” kata Billy.

Menurut Billy, olahraga bela diri juga dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak muda. Mereka bisa menyalurkan energi, kemampuan dan keinginan berprestasi melalui latihan serta pertandingan.

“Kita ciptakan wadah ini supaya mereka punya kegiatan positif. Mereka akan termotivasi untuk berlatih karena ingin menjadi juara dan pemenang,” ujarnya.

Billy berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda untuk menjauhi pergaulan dan aktivitas negatif.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Bitung dan pencinta olahraga bela diri untuk datang memberikan dukungan kepada para fighter.

Dalam persiapan pelaksanaan kegiatan, panitia juga menyiapkan dukungan pengamanan untuk memastikan pertandingan berlangsung aman dan tertib.

Koordinasi dengan unsur keamanan, termasuk Polres Bitung, dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan berlangsung.

Selain pengamanan, panitia juga telah menyiapkan tim medis sebagai bagian dari kesiapan pertandingan.

Billy mengatakan seluruh pihak yang terlibat telah dipersiapkan untuk mendukung jalannya event.

“Sebagai promotor, saya harus bertanggung jawab terhadap event ini. Keamanan, medis dan seluruh tim yang terlibat sudah dipersiapkan,” ujarnya.

Tekken Combat akan mempertandingkan 28 partai yang melibatkan 56 fighter.

Pertandingan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 15.00 WITA hingga 18.00 WITA.

Setelah jeda satu jam, pertandingan kembali dilanjutkan mulai pukul 19.00 WITA hingga selesai.

Menurut Billy, partai-partai yang memiliki kemampuan dan daya tarik tinggi akan ditempatkan pada sesi malam.

“Lebih malam lebih menarik untuk ditonton. Sangat sayang kalau dilewatkan,” katanya.

Tekken Combat akan mempertandingkan empat kategori, yakni K1, Taekwondo, Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), dan Freestyle Boxing (FB).

Setiap kategori memiliki aturan pertandingan masing-masing.

Kategori K1 mempertandingkan teknik pukulan dan tendangan sesuai aturan yang ditetapkan. Taekwondo menggunakan teknik khas bela diri tersebut sesuai ketentuan pertandingan.

Sementara Brazilian Jiu-Jitsu lebih menitikberatkan pada teknik grappling, kontrol, bantingan dan kuncian.

Sedangkan Freestyle Boxing hanya menggunakan teknik pukulan dengan tangan. Tendangan, siku dan lutut tidak diperbolehkan dalam kategori tersebut.

Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia menghadirkan perangkat pertandingan dari KOBI (Komite Olahraga Beladiri Indonesia).

Budi Hermanto akan bertugas sebagai wasit. Ia merupakan wasit dari Jakarta Pusat yang terlibat dalam perangkat pertandingan melalui KOBI.

Sementara Wiwid Widhiana dipercaya sebagai juri dan juga merupakan bagian dari perangkat pertandingan KOBI.

Keduanya akan bertugas dalam pertandingan Tekken Combat, Sabtu (22/8/2026).

Kehadiran perangkat pertandingan tersebut diharapkan dapat memastikan setiap partai berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Billy Pasulatan bukan nama baru dalam dunia pertarungan. Ia merupakan fighter profesional dengan pengalaman hampir 10 tahun bertanding di One Pride.

“Saya fighter profesional dari One Pride. Bisa dibilang saya dibesarkan dari sana,” ungkapnya.

Pengalamannya juga telah sampai ke arena internasional. Billy pernah bertanding di Shanghai, China, tampil di India, serta mengikuti training camp di San Diego, California, Amerika Serikat.

Di One Pride, Billy mengaku telah mengoleksi sejumlah sabuk kemenangan, termasuk sabuk hasil perebutan gelar dan mempertahankan gelar sebanyak lima kali.

Pengalaman tersebut kini ingin ia jadikan modal untuk membangun generasi baru fighter Sulawesi Utara.

Kehadiran atlet asal Bitung menjadi bagian penting dalam ajang ini. Mereka tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga mendapat kesempatan membawa nama daerah di hadapan fighter dari Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Melalui Tekken Combat, Billy berharap lahir fighter-fighter baru yang memiliki kemampuan, disiplin dan mental juara.

Bagi Billy, sabuk juara bukan satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, ia ingin arena Tekken Combat menjadi pintu bagi generasi muda untuk memilih jalur prestasi dan membawa nama Bitung serta Sulawesi Utara ke tingkat yang lebih tinggi.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */