Bitung
Azka Kotamobagu Juara Tekken Combat, Orang Tua Harap Dukungan Pemkot

BITUNG, Mediakontras.com – Azka Al Ghazali Mokodompit, fighter muda asal Kota Kotamobagu, berhasil merebut juara 1 dalam ajang Tekken Combat yang digelar di GOR Basket Dua Saudara, kawasan Stadion Dua Saudara, Kota Bitung, Sabtu (22/8/2026).
Azka yang akrab disapa Juno merupakan fighter dari Sasana Bogani Fight Camp. Remaja kelahiran 19 Agustus 2013 itu kini duduk di kelas VII SMP Negeri 4 Kotamobagu.
Dalam pertandingan tersebut, Azka tampil sebagai juara 1. Ia menerima medali dan kaus bertuliskan Tekken Combat sebagai penghargaan atas prestasinya.
Usai pertandingan, Azka mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraihnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari latihan, doa dan dukungan kedua orang tuanya.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga bisa menjadi juara. Saya juga berterima kasih kepada papa dan mama yang selalu mendukung, membimbing dan memberikan semangat kepada saya,” ujar Azka.
Azka mengatakan dukungan orang tua membuat dirinya semakin bersemangat menjalani latihan dan menghadapi setiap pertandingan.
“Dukungan dari orang tua membuat saya semakin semangat. Saya ingin membalas dukungan mereka dengan prestasi dan terus membuat mereka bangga,” katanya.
Ia mengaku belum ingin puas dengan pencapaian tersebut. Azka bertekad terus berlatih dan memperbaiki kemampuan untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.
“Juara hari ini bukan berarti saya berhenti berlatih. Saya masih harus banyak belajar dan memperbaiki kekurangan. Saya ingin bisa juara lagi di pertandingan berikutnya,” ujar Azka.
Kepada teman-teman sesama fighter, Azka berpesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kekalahan.
“Kalau kalah jangan menyerah. Jadikan kekalahan sebagai pelajaran untuk latihan lebih keras. Tetap disiplin, dengarkan orang tua, jangan lupa berdoa dan selalu bersyukur,” katanya.
Sementara itu, ayah Azka, Asnawi Mokodompit, mengatakan anaknya tidak hanya menekuni satu cabang olahraga.
Azka saat ini aktif di empat cabang, yakni renang, taekwondo, kickboxing dan MMA.
Di cabang MMA, Azka pernah meraih juara 1 pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Tangerang Selatan dan juara 3 pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) MMA di Bogor.
Azka juga pernah meraih juara 1 taekwondo di Manado dalam kejuaraan yang digelar di kawasan Mega Mall.
Menurut Asnawi, prestasi tersebut lahir dari latihan dan disiplin Azka. Namun, selama ini sebagian besar kebutuhan untuk mengikuti pertandingan masih ditanggung keluarga.
“Kami sebagai orang tua akan terus mendukung Azka semampu kami. Tetapi kami berharap Pemerintah Kota Kotamobagu juga melihat anak-anak daerah yang punya prestasi seperti Azka,” ujar Asnawi.
Ia berharap Pemkot Kotamobagu tidak hanya memberikan apresiasi setelah atlet meraih prestasi, tetapi juga hadir dalam proses pembinaan.
“Yang kami harapkan bukan hanya saat anak sudah juara. Dukungan sejak proses latihan dan ketika mengikuti kejuaraan juga sangat penting, terutama kalau harus bertanding di luar daerah,” katanya.
Asnawi mengungkapkan, biaya mengikuti pertandingan di luar daerah selama ini masih banyak ditanggung secara pribadi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keluarga untuk terus mengikutsertakan Azka dalam berbagai kejuaraan.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu pembinaan dan kebutuhan mengikuti kejuaraan. Kalau ada perhatian dari pemerintah, tentu akan sangat membantu dan menjadi motivasi bagi Azka untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemkot Kotamobagu dapat membuat pembinaan atlet muda secara berkelanjutan, sehingga anak-anak yang memiliki bakat olahraga tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang hanya karena keterbatasan biaya.
“Masih banyak anak muda di Kotamobagu yang punya bakat. Kalau dibina dan didukung dengan baik, mereka bisa membawa nama Kotamobagu di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Asnawi.
Bagi Azka, medali dari Tekken Combat bukan menjadi akhir. Prestasi tersebut justru menjadi penyemangat untuk kembali berlatih dan mengejar prestasi berikutnya.
Ia berharap dukungan orang tua dan perhatian pemerintah dapat berjalan bersama agar perjalanan sebagai atlet muda bisa terus berkembang.(*)













