Bitung
13 Tahun, Azka Sudah Bawa Nama Kotamobagu ke Podium

BITUNG, Mediakontras.com – Usianya baru 13 tahun, tetapi Azka Al Ghazali Mokodompit sudah cukup sering naik podium.
Fighter muda asal Kota Kotamobagu itu kembali meraih juara 1 dalam ajang Tekken Combat yang digelar di GOR Basket Dua Saudara, kawasan Stadion Dua Saudara, Kota Bitung, Sabtu (22/8/2026).
Azka yang akrab disapa Juno merupakan fighter dari Sasana Bogani Fight Camp. Remaja kelahiran 19 Agustus 2013 itu kini duduk di kelas VII SMP Negeri 4 Kotamobagu.
Azka diketahui dilatih oleh Sabam Andrey Pakaryanto. Di bawah bimbingan pelatihnya, Azka terus menjalani latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan untuk mengasah kemampuan.
Dalam ajang Tekken Combat, Azka tampil sebagai juara 1 dan menerima medali.
Usai pertandingan, Azka mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. Ia menyebut latihan, doa dan dukungan kedua orang tuanya menjadi bagian penting dari pencapaiannya.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga bisa menjadi juara. Saya juga berterima kasih kepada papa dan mama yang selalu mendukung, membimbing dan memberikan semangat kepada saya,” ujar Azka.
Dukungan keluarga membuat Azka semakin bersemangat menjalani latihan dan menghadapi setiap pertandingan.
“Saya ingin membalas dukungan mereka dengan prestasi dan terus membuat mereka bangga,” katanya.
Meski kembali meraih juara, Azka tidak ingin cepat puas. Ia masih ingin terus berlatih dan memperbaiki kekurangannya.
“Juara hari ini bukan berarti saya berhenti berlatih. Saya masih harus banyak belajar dan memperbaiki kekurangan. Saya ingin bisa juara lagi di pertandingan berikutnya,” ujar Azka.
Kepada sesama fighter, Azka juga berpesan agar tidak mudah menyerah ketika mengalami kekalahan.
“Kalau kalah jangan menyerah. Jadikan kekalahan sebagai pelajaran untuk latihan lebih keras. Tetap disiplin, dengarkan orang tua, jangan lupa berdoa dan selalu bersyukur,” katanya.
Azka bukan hanya menekuni satu cabang olahraga. Ia merupakan atlet yang aktif di empat cabang, yakni renang, taekwondo, kickboxing dan MMA.
Di cabang kickboxing, Azka pernah meraih juara 1 pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Tangerang Selatan.
Ia juga pernah meraih juara 3 pada Kejurnas MMA PB Pertacami di Bogor.
Sementara di cabang taekwondo, Azka pernah meraih juara 1 dalam kejuaraan di Manado yang digelar di kawasan Mega Mall Manado oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).
Selain prestasi di tingkat nasional, Azka juga telah mengoleksi sejumlah gelar juara dalam berbagai kejuaraan tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Deretan prestasi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Azka bukan baru dimulai dari Tekken Combat. Sejak usia muda, ia sudah aktif mengikuti kompetisi dan menjalani latihan di sejumlah cabang olahraga.
Di balik perjalanan tersebut, ada peran keluarga dan pelatih yang terus mendampingi Azka.
Ayah Azka, Asnawi, mengatakan dirinya bersama keluarga akan terus memberikan dukungan agar putranya dapat berkembang sebagai atlet.
“Kami sebagai orang tua akan terus mendukung Azka semampu kami,” ujar Asnawi.
Menurutnya, prestasi yang diraih Azka merupakan hasil dari latihan dan kedisiplinan yang dijalani secara terus-menerus.
Bagi Azka, setiap pertandingan menjadi pengalaman untuk belajar. Kemenangan menjadi motivasi, sementara kekalahan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan.
Di tengah banyaknya kejuaraan yang telah diikuti dan prestasi yang diraih, perjalanan Azka juga menjadi gambaran potensi atlet-atlet muda di Kota Kotamobagu.
Usianya masih sangat muda, tetapi sudah mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Karena itu, perhatian terhadap pembinaan atlet muda menjadi hal penting agar potensi seperti Azka tidak berhenti hanya pada prestasi sesaat.
Pembinaan yang berkelanjutan, kesempatan mengikuti kompetisi dan dukungan terhadap proses latihan dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi atlet muda.
Bagi Azka sendiri, medali dari Tekken Combat bukan akhir dari perjalanan.
Ia masih ingin terus berlatih, memperbaiki kemampuan dan mengejar prestasi berikutnya.
Perjalanan Azka masih panjang. Namun dari sejumlah podium yang sudah diraihnya, satu hal terlihat jelas: fighter muda Kotamobagu ini belum selesai mencatat prestasi. (*)











