Biak Numfor
Biak Numfor Raih Insentif Rp3 Miliar dari Pemerintah Pusat, Bukti Prestasi di Tengah Keterbatasan Daerah
BIAK NUMFOR – Di tengah keterbatasan sumber daya alam dan tanpa dukungan sektor pertambangan besar seperti sejumlah daerah lain di Papua, Kabupaten Biak Numfor berhasil mengukir prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) serta insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka stunting dan mengendalikan inflasi daerah. Prestasi ini sekaligus menjadi modal penting menjelang pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi (BMW) 2026.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menerima dana insentif fiskal sebesar Rp3 miliar yang terdiri dari Rp1 miliar untuk program percepatan penurunan stunting dan Rp2 miliar untuk program pengendalian inflasi daerah. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, SH., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima Kabupaten Biak Numfor. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah yang terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi Kabupaten Biak Numfor. Kita patut bersyukur karena di tengah berbagai keterbatasan yang kita miliki, termasuk tidak adanya sektor pertambangan besar seperti yang dimiliki beberapa daerah lain, Biak Numfor tetap mampu menunjukkan prestasi dan mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat,” ujar Markus.

Menurut Bupati, penghargaan tersebut membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah, melainkan oleh kualitas tata kelola pemerintahan, inovasi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Ini membuktikan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari kekayaan sumber daya alam, tetapi juga dari kerja keras, komitmen, inovasi, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan,” tegasnya.
Markus memastikan bahwa dana insentif fiskal yang diterima akan digunakan sepenuhnya sesuai peruntukannya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat program penanganan stunting dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Biak Numfor.
“Saya pastikan dana Rp3 miliar ini akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung program penanganan stunting dan pengendalian inflasi. Dana ini tidak akan dialihkan untuk kepentingan lain karena merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Biak Numfor, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, pelaku usaha, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta insan pers yang selama ini turut berkontribusi dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri yang telah memberikan perhatian dan penghargaan kepada Kabupaten Biak Numfor atas capaian tersebut.
Siap Sambut Festival BMW 2026
Keberhasilan meraih penghargaan nasional ini menjadi energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi (BMW) 2026 pada tanggal 1–7 Juli 2026.
Festival yang telah masuk dalam Kalender Pariwisata Nasional tersebut diproyeksikan menjadi magnet wisata yang akan mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Berdasarkan laporan Dinas Pariwisata dan Sekretariat Daerah, seluruh persiapan pelaksanaan festival telah memasuki tahap akhir dan siap dilaksanakan.
Bahkan, kegiatan budaya dan pariwisata terbesar di Biak Numfor itu direncanakan akan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia.
Menghadapi momentum tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan citra terbaik Kabupaten Biak Numfor kepada para tamu yang akan datang berkunjung. Salah satu langkah sederhana namun penting adalah menjaga kebersihan lingkungan, fasilitas umum, kawasan wisata, dan wilayah permukiman.
“Festival BMW adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan Biak Numfor kepada dunia. Mari kita tunjukkan bahwa Biak adalah daerah yang aman, damai, ramah, nyaman, dan bersih. Jika masyarakat bersatu menjaga lingkungan dan mendukung festival ini, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” pungkas Markus.
Dengan raihan penghargaan nasional tersebut, Kabupaten Biak Numfor kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Melalui kerja keras, inovasi, dan semangat kebersamaan, Biak Numfor terus melangkah maju membangun daerah yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan dikenal dunia melalui potensi pariwisata, budaya, serta kualitas tata kelola pemerintahannya.