Bolmut
Ambulans Masuk Bengkel, Pegawai Honor PSC BOLTARA Curhat Oknum Kadis Tahan Honor Sopir 4 Bulan
Sopir : Kami Juga Harus Nafkahi Keluarga
Foto : Ilustrasi
mediakontras.com – Sejak Januari tahun 2026, pegawai honorer Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (BOLTARA) berinisial DL yang bertugas sebagai sopir ambulans Public Safety Center (PSC) 119 atau layanan panggilan darurat medis pra rumah sakit curhat gajinya ditahan oknum Kepala Dinas (Kadis) Rabu 22 April 2026.
Menurut pengakuan DL, tidak ditandatagani pengajuan gaji miliknya oleh oknum Kadis Kesehatan akibat kendaraan ambulans yang sering dikendarainya untuk mengangkut pasien dan jenasah mengalami kerusakan parah karena diduga tidak memiliki biaya pemeliharaan ambulans.
“Kami sudah menandatangani kontrak kerja sejak Bulan Maret tahun 2026 TMT 1 Januari dan memang kontrak kami hanya setiap tahun kemudian diperpanjang lagi. Sejak Januari saya selalu masuk Kerja hingga memasuki lebaran belum lama ini tapi gaji saya tidak ditandatangani kadis alasan saya tidak kerja karena ambulans masih rusak,” jelasnya.
Menurutnya lagi, pada saat mendekati lebaran dia mengkonfirmasi honornya kepada teman sesama sopir ambulans tapi menurut temannya gajinya tidak ditandatangi Kadis karena tidak ada pekerjaan yang dia lakukan. Mengingat ambulans yang dia kendarai masuk bengkel sejak akhir tahun 2025.
“Padahal, karena ambulancenya rusak saya diperintahkan untuk membawanya ke bengkel di Gorontalo pada awal tahun belum lama ini karena merasa saya masih sebagai pegawai honor Dinkes BOLTARA sejak Januari saya tetap masuk meski ada beberapa hari saya alpa karena memang kendaraan yang saya bawa masi ada dibengkel belum diperbaiki. Tapi bukan berarti saya tidak masuk kerja,” jelasnya lagi.
Dia merasa dirinya merasa terzolimi yang dilakukan oknum Kadis Dinkes yang tidak menandatangani daftar pengajuan gaji miliknya.
“Harusnya sejak awal diberitahukan kepada saya kalau saya tidak akan terima gaji apalagi sejak Januari saya masuk terus dan sudah menandatangani kontrak kerja. Saya juga punya keluarga yang menjadi tanggungjawab saya untuk dinafkahi,” keluhnya lagi.
Sementara Kepala Dinkes BOLTARA Ali Dumbela SKM. M.Kes susah untuk dihubungi. Saat wartawan media ini mendatangi kantor Dinkes BOLTARA Rabu 22 April 2026 yang bersangkutan tidak berada dikantor.
“Bapak tidak ada,” ungkap salah satu personil Dinkes BOLTARA saat ditemui di kantor.
Upaya konfirmasi melalui pesan masangger melalui akun facebooknyapun berstatus dibaca tapi tidak merespon. Upaya konfirmasi terus dilakukan hal yang sama juga saat media ini menghubungi Kepala Bidang PSC Febiyanto Lumoto melalui telepon whatsap di nomor 0853****3434 hingga berita diturunkan nomor whatshap dalam kedaan tidak aktif.