Sangihe
Bupati Minta Tak Ada Kekosongan Kepemimpinan Jelang Pilkakam Serentak 2026
Mediakontras, Sangihe — Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan pentingnya memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di tingkat kampung menjelang pelaksanaan pemilihan kepala kampung (Pilkakam) serentak di 118 kampung.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan Apel Bersama Bulan Juni 2026, Senin (1/6/2026).
Dalam arahannya, Thungari meminta seluruh perangkat daerah dan badan terkait untuk segera melakukan langkah-langkah persiapan guna menghadapi masa transisi berakhirnya masa jabatan para kepala kampung.
“Saya meminta agar dipastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan pada masa transisi berakhirnya masa bakti kepala kampung dalam persiapan pemilihan kepala kampung serentak di 118 kampung,” ujar Thungari.
Ia menekankan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait agar segera menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan integritas untuk ditugaskan sebagai penjabat Kapitalaung.
Selain itu, para ASN yang akan mengemban tugas tersebut juga perlu mendapatkan pembinaan dan penguatan kapasitas guna menunjang penyelenggaraan pemerintahan kampung yang efektif dan sesuai ketentuan.
Menurut Thungari, momentum pelaksanaan Pilkakam serentak menjadi kesempatan penting untuk melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan dan administrasi kampung agar lebih tertib, profesional, serta akuntabel.
“Saya memandang momentum ini sebagai kesempatan penting untuk melakukan pembenahan tata kelola dan administrasi pemerintahan kampung agar lebih tertib, profesional, dan akuntabel. Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu menghadirkan pemerintahan yang bertanggung jawab, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung proses transisi pemerintahan kampung sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal hingga terpilihnya kepala kampung definitif melalui Pilkakam serentak 2026.(*)