Connect with us

Berita

Miris, Ribuan Anak di Sulut Tidak Pernah Mengecap Pendidikan

Published

pada

1778601831331

Manado.Mediakontras.com – Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut menggelar giat Ngopi Bareng bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) membahas masalah pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (12/05/2026).

Salah satu masalah yang diangkat di atas permukaan ialah masalah Anak Tidak Sekolah. Para jurnalis yang ada pun terkejut dengan data yang disampaikan Ketua BPMP Sulut, Febry Dien.

1000931406
Kebersamaan Ketua BPMP Sulut bersama pimpinan dan anggota Forward Sulut.

Ia menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi kembali bersama pihak-pihak berkompeten guna memperoleh data riil yang lebih akurat.

Permasalahan anak tidak sekolah menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Baca juga;

Pemerintah, sekolah, orang tua, serta masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mendorong anak-anak kembali mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Ia pun menguraikan, data Anak Tidak Sekolah meliputi Belum pernah sekolah : 32.419 ; Drop Out : 9.537; Lulus Tidak Melanjutkan:6.220 dengan total sebanyak 48.176 anak. “Data ini akan diverifikasi kembali ke stakeholder terkait,” tegas Febry Dien.

Lanjutnya, untuk mendapatkan data yang akurat, maka BPMP Sulut pada besok hari (red) akan melaksanakan pertemuan dengan pihak yang berkopeten antara lain, Lurah Tomohon Utara, Kepala Desa Pineleng dan Warembungan serta Minahasa Selatan.

Bahkan Dinas Pendidikan Sulut dan kabupaten/kota, Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelibang).

“Besok mereka semua sudah kami undang untuk mendapatkan data anak yang akurat. Mereka yang paling tahu, kondisi dan keberadaan anak. Ini hanya sampel saja, karena berikutnya akan kami lakukan secara bertahap di kabupaten/kota untuk mendapatkan data rill di lapangan,” urainya.

Febry mengemukakan, perintah undang-undang semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

“Kami akan melakukan verifikasi anak, karena ditemui ada data anak, sedangkan akan tersebut tidak ada. Ada juga, data anak ada, namun sekolah di luar Sulut. Dan ada juga anak yang sudah tidak mau sekolah dengan alasan membantu orangtua bekerja,” ujarnya.

Febry Dien pun menjelaskan, untuk anak belum pernah bersekolah ialah anak usia sekolah yang sama sekali belum pernah terdaftar atau mengikuti pendidikan formal maupun nonformal pada jenjang Pendidikan yang seharusnya.

Kelompok ini biasanya mencakup anak yang tidak pernah masuk SD/sederajat sejak usia wajib belajar

Drop out/putus sekolah ialah anak yang pernah terdaftar dan mengikuti proses pendidikan di satuan pendidikan, tetapi berhenti sebelum menyelesaikan jenjang pendidikannya. Misalnya siswa SMP yang keluar sekolah sebelum lulus kelas IX.

Dan lulus tidak melanjutkan. Anak yang telah menyelesaikan suatu jenjang Pendidikan dan dinyatakan lulus, tetapi tidak melanjutkan ke jenjang Pendidikan berikutnya. Contohnya lulusan SD yag tidak melanjutkan ke SMP, ataupun lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK.

Menghadapi persoalan ini, upaya pihaknya untuk meningkatkan kualitas mutu Pendidikan, maka harus diperhatikan beberapa hal ini :

Pertama, kualitas guru. Guru yang berkualitas akan mempengaruhi mutu Pendidikan, sehingga guru harus profesional, kompetensi, dan kinerja mereka secara langsung memengaruhi kualitas pembelajaran.

Kedua soal Sarana dan Prasarana (Sarpras) sekolah. Siswa akan banyak mengukir prestasi jika sarana dan pra sarana memadai untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Sarpras ini termasuk salah sati bagian penting yang wajib ada di sekolah. Semakin lengkap Sarpras, maka siswa akan memiliki pengetahuan yang banyak.

Ketiga yang harus menjadi perhatian adalah manajemen sekolah. Proses pengelolaan pendidikan harus diperhatikan dengan baik, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.

“Misalnya penempatan kepala sekolah harus tepat. Jangan ada intervensi politik masuk di sektor pendidikan. Pemerintah harus support pendidikan,” tegasnya.(Chae)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */