Connect with us

Biak Numfor

Merawat Api Pattimura di Papua: IKEMAL Satukan Budaya, Ketenagakerjaan, dan Keamanan Sosial

Henrry Morin

Published

pada

Merawat Api Pattimura di Papua 3

Supiori Papua-mediakontras.com | Di tengah arus modernisasi dan dinamika sosial yang terus bergerak di Tanah Papua, semangat perjuangan Kapitan Pattimura kembali dinyalakan bukan sekadar sebagai romantisme sejarah, melainkan sebagai energi persaudaraan, pembangunan, dan penguatan identitas sosial. Melalui peringatan Hari Pattimura ke-209, Ikatan Keluarga Maluku Biak Numfor dan Supiori menghadirkan pesan kuat bahwa budaya, solidaritas, dan kontribusi sosial harus berjalan beriringan dalam membangun masa depan Papua yang harmonis dan bermartabat.(15/05/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Supiori, Kota Sorendiweri, itu berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan. Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya hadir mengikuti rangkaian kegiatan sosial, olahraga rakyat, donor darah, pelatihan public speaking, hingga pertunjukan seni budaya Maluku dan Papua yang memperlihatkan kuatnya hubungan persaudaraan antarkomunitas di Biak Numfor dan Supiori.

Mengusung tema “Pattimura Panggil Pulang: Pela Gandong Bikin Menang”, IKEMAL menegaskan bahwa filosofi “Ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging” tetap menjadi fondasi hidup masyarakat Maluku dalam menjaga solidaritas, toleransi, dan kedamaian di tanah rantau.

Bupati Kabupaten Supiori Heronimus Mansoben,S.Pd,M.Si dan Bupati Biak Numfor Markus O Mansnembra, SH.MM serta Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Kapisa
Bupati Kabupaten Supiori Heronimus Mansoben,S.Pd,M.Si dan Bupati Biak Numfor Markus O Mansnembra, SH.MM serta Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Kapisa

Ketua panitia, Turbey Onny Dangeubun,S.Pi, M.S menyampaikan bahwa peringatan Hari Pattimura bukan hanya agenda seremonial tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat kontribusi nyata masyarakat Maluku terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan IKEMAL memiliki tujuan strategis untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata dalam bidang ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Biak Numfor dan Supiori.

“IKEMAL hadir bukan hanya sebagai wadah persaudaraan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang siap menciptakan tenaga kerja handal sesuai potensi daerah dan kearifan lokal masyarakat Papua,” ujarnya.

Merawat Api Pattimura di Papua 2
Merawat Api Pattimura di Papua: IKEMAL Satukan Budaya, Ketenagakerjaan, dan Keamanan Sosial 142

Ia menambahkan bahwa organisasi tersebut juga memiliki tanggung jawab moral menjaga kenyamanan, keamanan, dan keharmonisan sosial di lingkungan tempat masyarakat Maluku berdomisili. Dalam pandangan IKEMAL, pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari stabilitas sosial dan hubungan persaudaraan yang kuat antarwarga.

Semangat kebersamaan itu semakin terasa ketika tari Cakalele ditampilkan sebagai simbol keberanian dan perjuangan rakyat Maluku, disusul pembakaran obor perjuangan 1817 yang menggambarkan api perlawanan Pattimura yang terus hidup lintas generasi. Tradisi Badong dan penampilan artis lokal turut memperkuat suasana budaya yang sarat nilai persatuan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Supiori, jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta pimpinan TNI-Polri menjadi simbol dukungan terhadap peran komunitas etnis dalam menjaga harmoni sosial di Papua.

Dalam refleksi budaya yang disampaikan panitia, hubungan masyarakat Maluku dan Papua disebut telah terjalin selama puluhan tahun melalui sejarah migrasi, ikatan keluarga, serta nilai Pela Gandong yang menempatkan persaudaraan sebagai kekuatan utama kehidupan sosial.

“Papua adalah pulau bapak dan Maluku adalah pulau ibu. Hubungan ini lahir dari sejarah, budaya, dan kehidupan yang saling menjaga,” ungkap salah satu tokoh adat dalam acara tersebut.

Melalui momentum Hari Pattimura ke-209 ini, IKEMAL menunjukkan bahwa warisan perjuangan tidak hanya dikenang lewat seremoni budaya, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi sosial, pembangunan sumber daya manusia, dan komitmen menjaga keamanan serta persatuan di Tanah Papua. Semangat Pattimura pun kembali hidup—bukan hanya di atas panggung budaya, tetapi di tengah denyut kehidupan masyarakat yang terus merawat persaudaraan dalam keberagaman.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */