Connect with us

Minahasa

Sapu-Sapu Serbu Danau Tondano, Raymond Mudami: Kami Akan Gelar Seminar Cari Solusi‎‎‎‎

Published

pada

IMG 20260507 WA0016
Kordinator Sulut Environment Watch Raymond Kex Mudami(ist)

Tondano, mediakontras.com – Kehadiran ikan sapu-sapu yang menyerbu Danau Tondano kini menjadi kekhawatiran serius bagi warga sekitar.

Spesies invasif ini dinilai mengancam ekosistem dan berpotensi mengurangi pendapatan nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari danau.

‎Merespons kondisi tersebut, Koordinator SEW (Sulut Environment Watch), Raymond Mudami yang akrab disapa Kex, menyatakan bahwa semua pihak harus peduli dan memberikan dukungan penuh untuk mengusir ikan sapu-sapu.

‎”Kami ingin warga sekitar dapat kembali menikmati manfaat dari danau untuk kehidupan mereka,” ujar Raymond, Kamis (7/5/2026).

‎Menurutnya, SEW akan mengambil tindakan konkret dengan mengajak berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, untuk mencari solusi melalui serangkaian kegiatan.

‎”Kami dari SEW akan menggelar seminar yang membahas langsung serbuan ikan sapu-sapu di Danau Tondano ini. Kali ini kami akan mengajak PT PLN Nusantara Power untuk bisa bekerja sama mendukung kegiatan kami,” tambahnya.

‎Raymond menjelaskan, melalui seminar tersebut pihaknya akan menghadirkan para pakar guna mencari solusi agar ikan sapu-sapu tidak lagi bermukim di Danau Tondano.

‎”Kami akan melibatkan semua unsur yang berkompeten dengan tindakan nyata. Sehingga warga sekitar Danau Tondano bisa kembali memanfaatkan danau sebagai lahan mencari nafkah,” pungkasnya.

‎Diketahui, ikan sapu-sapu bersifat invasif dan mampu merusak biodiversitas lokal. Berikut sejumlah dampak yang ditimbulkan:

‎· Menurunkan populasi ikan asli seperti nila, mas, dan gabus dengan memakan telur serta larvanya.
‎· Merusak rantai makanan karena sebagai omnivora rakus yang memangsa alga dan plankton.
‎· Merusak habitat fisik dengan menggali lubang di tepi danau, berpotensi menyebabkan erosi dan kerusakan tanggul.
‎· Mendominasi perairan karena mampu hidup di minim oksigen dan tidak memiliki predator alami.
‎· Risiko kesehatan karena cenderung menyerap logam berat seperti merkuri dan timbal jika hidup di perairan tercemar.
‎· Dampak ekonomi dari menurunnya hasil tangkapan ikan asli yang merugikan nelayan dan masyarakat.

‎Warga berharap seminar yang digagas SEW segera terealisasi agar Danau Tondano terbebas dari ancaman ikan sapu-sapu dan ekosistemnya kembali pulih.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */