Sangihe
Teken Kerjasama Program KOMPAS, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Desa Transparan
SANGIHE,mediakontras.com – Dalam rangkaian Kunjungan Kerja Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Bapak Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., di Kabupaten Kepulauan Sangihe, telah dilaksanakan Kuliah Umum sekaligus Pencanangan Program KOMPAS Berdampak (Kolaborasi Mahasiswa, Pengawas Desa, dan Kejaksaan) di Auditorium J.E. Tatengkeng, Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar.), Selasa 19 Mei 2026
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Bapak Michael Thungari, S.E., M.M., dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Bapak Tendris Bulahari, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, civitas akademika, serta mahasiswa Polnustar.
Puncak acara ditandai dengan Penandatanganan Pencanangan KOMPAS Berdampak oleh Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe dan Polnustar. Program KOMPAS merupakan wujud sinergi antara dunia pendidikan, pengawasan desa, dan kejaksaan dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Kuliah umum yang disampaikan Kajati Sulut mengangkat tema “Transformasi Hukum Era Modern: Peran Generasi Muda Membangun Bangsa di Perbatasan Utara NKRI”.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kesadaran hukum yang kuat, khususnya bagi generasi muda di wilayah perbatasan.
Bupati juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti kejahatan siber, penyebaran hoaks, hingga kejahatan lintas negara, yang memerlukan pendekatan hukum yang modern dan adaptif.
“Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu menjadi pribadi yang berintegritas dan berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Sebagai daerah di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa,” kata bupati pilihan rakyat ini.(*)