Connect with us

Artikel

Louis Schramm Perjuangkan Pengadaan Hewan Kurban untuk Masyarakat Muslim di Bunaken

Published

pada

1777262010782

Manado. Mediakontras.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV dilaksanakan bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (27/04/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Vonny Paat didampingi Wakil Ketua Louis Schramm dan Sekretaris Cindy Wurangian. Hadir jugag anggota Paula Runtuwene, Vionita Kuera, Pierre Makisanti, Irene Pinontoan.

Dalam kesempatan tersebut Louis Schramm menegaskan, untuk bantaun hewan kurban hendaknya disalurkan dengan baik dan merata di Sulut.

Banyak juga masyarakat miskin yang tersebar di Kotamobagu, Bolmong, Manado, Bitung dan daerah lainnya. Namun, harus ada prioritas yang paling dibutuhkan pembagian hewan kurban ini berada di daerah mana.

“Jangan tahun ini sudah terima, dan tahun berikutnya terima lagi, ” tegasnya.

Polilisi Gerindra ini menambahkan, saat berkunjung di masyarakat mendampingi Gubernunur Yulius Selvanus diantaranya di Bunaken. Terinformasi masjid disana sudah 7-8 tahun belum pernah menerima bantuan hewan kurban.

“Masyarakat disana mengeluh karena ada satu Kampung Islam yang belum pernah menerima bantuan ini, ” ujarnya.

Wakil Komisi IV DPRD Ini pun meminta kepada Biro Kesra Sulut, agar dapat mengalokasikan anggaran untuk masyarakat di Bunaken untuk hewan kurban pada tahap berikutnya atau pada APBD Perubahan nanti.

Di sisi lain, Louis Schramm mengemukakan, pun untuk bantuan rumah ibadah yang minus Tomohon sebaiknya diatur dengan baik, agar ada pemerataan penyaluran bantuan.

Ia pun menambahkan, daerah Tomohon tidak mungkin tidak membutuhkan bantuan, karena banyak rumah ibadah yang melakukan pembangunan.

Louis pun berharap, penyerahan bantuan ini hendaknya melibatkan anggota DPRD Sulut, agar penyalurannya sampai tujuan diketahui dengan baik, rumah ibadah mana yang memang layak mendapatkan bantuan tersebut.

Ia pun menyarankan, untuk alokasi dana bagi rumah ibadah hendaknya dinaikkan jangan hanya Rp25 juta saja.

“Besaran dana bantuan ini kiranya dikaji kembali, agar dinaikkan karena bahan bangunan untuk saat ini sangat mahal. Kalau dana Rp25 juta, belum rampung bangunan rumah ibadah, dana sudah habis,” ujarnya. (Chae)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */