Connect with us

Sangihe

Gusur Kader Loyal, PDI-P Sangihe Dituding Jadi Perusahaan Politik

Pasca Pergantian Ferdy Sondakh dari Ketua DPRD

Anatasya Bella

Published

pada

InCollage 20260514 105659337

SANGIHE,mediakontras.com – Keputusan DPP dan DPD PDI-P Sulut mengganti Ferdy Sondakh dari kursi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe dinilai kader dan simpatisan sebagai bukti partai makin elitis dan abai pada kader militan di daerah.

SK pergantian yang menunjuk Deny Roy Tampi sebagai pengganti yang turun di tengah jalan, belum genap dua tahun Sondakh memimpin DPRD.

Bagi sebagian kader, langkah ini seperti tamparan bagi mereka yang berjuang dari bawah.

“Ini bukan pergantian, ini pembunuhan karakter politik kader militan. Sondakh dibangun dari nol, bukan diturunkan lewat karpet merah. Tapi partai lebih percaya kader yang baru kenal moncong putih,” ujar sejumlah kader kepada media ini, Rabu (13/5/2026).

Kritik tajam juga mengarah pada cara DPP dan DPD mengambil keputusan sepihak tanpa konsolidasi internal.

“Kalau kader loyal digusur tanpa alasan jelas, lalu apa gunanya militansi? Partai ini sekarang kelihatan seperti perusahaan politik. Yang dekat penguasa dapat tempat, yang berdarah-darah di akar rumput dibuang,” kata mereka.

Dua kali kekalahan berturut-turut di Pilkada Sangihe disebut jadi bukti partai kehilangan arah dan kepercayaan publik.

“Kader sudah lelah. Kami diam bukan berarti patuh, tapi muak. Kalau kondisinya begini, PDI-P Sangihe bukan cuma hancur, tapi akan mati pelan-pelan. Jangan salahkan kader kalau nanti memilih jalan lain,” tegas mereka.

Hingga berita ini diturunkan, DPD PDI-P Sulawesi Utara dan DPP PDI-P belum memberikan penjelasan terbuka terkait dasar pergantian tersebut. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */