Manado
PLN UP3 Manado Gandeng SMKN 8 Sumompo Kelola Sampah Plastik Jadi Cuan lewat Mesin Mall Sampah
Manado, mediakontras.com – Kepedulian PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado terhadap kelestarian lingkungan bukan sekadar wacana. Kali ini, perusahaan listrik negara tersebut menggandeng SMKN 8 Manado yang berlokasi di Sumompo untuk mengelola sampah plastik menjadi nilai ekonomi atau “cuan”.
Langkah konkret diwujudkan dengan menyediakan mesin MallSampah Indonesia di halaman kantor PLN UP3 Manado. Mesin ini dirancang untuk mengajak warga sekitar mengelola sampah plastik, terutama botol plastik bekas, dengan imbalan finansial.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menjelaskan bahwa mesin tersebut siap dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
“MallSampah tersedia di kantor PLN UP3 Manado. Warga bisa memanfaatkan mesin ini untuk menambah penghasilan. Caranya dengan mengumpulkan botol-botol plastik bekas, lalu memasukkannya ke mesin. Nanti akan mendapatkan ‘cuan’ yang masuk langsung melalui aplikasi MallSampah,” ujar Revi Aldrian saat ditemui di lokasi, Senin (30/3/26).

Sementara itu, peran aktif SMKN 8 Manado Sumompo turut menjadi tulang punggung program ini. Para siswa dilibatkan langsung dalam proses pengelolaan sampah yang terkumpul.
Yost Vigo Papangge, seorang guru dari SMKN 8 Manado Sumompo, menjelaskan bahwa pihak sekolah dan siswa berperan sebagai pengepul.
“Sampah yang dihasilkan dari mesin Mall Sampah ini nantinya dikelola oleh siswa. Hasil dari pengelolaan tersebut sepenuhnya untuk para siswa. Jadi, siswa SMKN 8 Manado berperan sebagai pengepul,” jelas Papangge saat ditemui mediakontras.com.
Papangge menambahkan bahwa inovasi ini masih tergolong langka di Sulawesi Utara. “Mesin MallSampah baru ada dua unit di Sulut. Saat ini lokasinya ada di kantor PLN UID Suluttenggo dan PLN UP3 Manado,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, guru yang dikenal rendah hati (low profile) ini berharap masyarakat luas dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. “Harapan kami lewat mesin Mall Sampah ini, warga bisa mengubah sampah menjadi cuan,” pungkas Yost Vigo Papangge.